Anita Gah Adakan Pertemuan dengan Bank Penyalur Dana PIP
Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, SE melakukan pertemuan dengan Bank penyalur dana Program Indonesia Pintar ( PIP)
POS- KUPANG| KUPANG - Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, SE melakukan pertemuan dengan Bank penyalur terkait ada beberapa rekening yang salah dan ada pemotongan dana Program Indonesia Pintar ( PIP).
"Dimana mengikuti petunjuk teknis, dana PIP untuk anak-anak ketika proses pengambilannya di Bank, aturannya nol rupiah. Artinya ditarik semua dan tidak boleh tinggalkan sebagian di rekening," katanya.
• Dukung Pulihkan Ekonomi, PT PLN Siap Stimulus Covid-19
Anita menegaskan, karena sesuai aturannya untuk setiap kali anak-anak lakukan pengambilan dana PIP, tidak ada administrasi perbangkan. Karena sudah ada perjanjian antara bank penyalur dengan kementerian tidak boleh ada pemotongan.
Apabila dana PIP untuk siswa SD 450.000 ribu, ditarik semua dan juga bagian siswa SMP 750.000. Namun sekarang yang di dengar bahwa ada penyimpanan 50.000 di bank, dan hal ini tidak boleh.
"Bank juga harus memberikan buku tabungan dan KIP ATM".
• Idul Adha 1441 Hijriah, Swiss-Belinn Kristal Kupang Berbagi Kurban dengan Masyarakat
DPR RI Anita Jacoba Gah juga menyampaikan, orang tua dari siswa yang mendapat bantuan PIP, harus diberitahu untuk mengaktivasikan rekening simpanan pelajar (simpel). Dan banyak orang tua tidak mengetahui hal ini, seperti banyak kepala sekolah berikan rekomendasi tetapi lupa beritahu untuk aktivisasi, makanya tidak dapat mengambil.
Ia menambahkan, untuk program pembelajaran jarak jauh karena dampak covid 19 ini kita semua prihatin, tetapi saya sebagai anggota DPR RI yang bermitra kerja dengan kemendikbud sedang berusaha untuk anak-anak di daerah 3T yang kurang akses internet, dan kami sedang berjuang untuk jaringan internet masuk ke daerah-daerah itu.
Dan hal ini membutuhkan biaya. Kata Anita, kami dari Komisi X sudah laksanakan panitia kerja pembelajaran jarak jauh dan saya salah satu anggotanya, dan kesimpulan kami, anak-anak di daerah 3T harus mendapat jaringan internet.
Bantuan dalam akses internet, kami juga ada pemberian Gadget kepada anak-anak, seperti handphone, karena mereka tidak mungkin belajar tanpa ini. Selain itu juga tenaga pendidik, mampu tidak semua pendidik bisa gunakan internet. Hal ini juga jadi persoalan.
"Hal-hal ini yang menjadi tugas saya sebagai wakil rakyat, untuk mendorong dinas pendidikan untuk segera menyelesaikan pembangunan sekolah, sarana prasarana sekolah yang harus diperbaiki dan dibangun kembali" kata Anita. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)