Israel Dituduh Mengubah 15 Masjid Menjadi Tempat Dugem, Palestina Tidak Tinggal Diam
Berdirinya negara Israel di tanah Palestina, sejak awal sudah ditentang sejumlah negara arab termasuk Indonesia
Israel Dituduh Mengubah 15 Masjid Menjadi Tempat Dugem, Palestina Tidak Tinggal Diam
POS KUPANG.COM -- Berdirinya negara Israel di tanah Palestina, sejak awal sudah ditentang sejumlah negara arab termasuk Indonesia
Negera Yahudi itu juga secara perlahan merebut tanah-tanah milik bangsa Palestina bahkan kota suci Yerusalem kini dijadikan Ibu kota negara itu
Bukan itu saja, Israel juga merampas rumah ibadah seperti masjid yang diubahnya menjadi tempat hiburan termasuk tempat dugem
Jika Benar Bisa Dianggap Melecehkan Umat Islam, Israel Dituduh Mengubah 15 Masjid Menjadi Tempat Dugem, Retoran dan Sinagog Untuk Kepentingan Yahudi.
Baru-baru ini sebuah studi yang cukup mengejutkan diterbitkan oleh Komite Tindak Lanjut Tinggi untuk Warga Arab Israel Kamal Khatib.
• Hubungan Gisella Anastasia & Wijin Diungkap Pakar Mikro Ekspresi, Cinta Kandas, Gisel-Gading Rujuk?
• Sang Kakak di Kampung Serderhana, Betrand Peto Begelimang Harta Hingga Pakai Brang Branded Mahal
• INNALILLAHI! Pelawak Nunung Dirundung Kabar Duka, Rumah Komedian Srimulat Didatangi Para Pelayat
Pihaknya mengungkapkan bahwa Israel telah mengubah 15 masjid untuk digunakan demi kepentingan Yahudi.
Melansir Daily Sabah pada Selasa (28/7/20), Misalnya Masjid al-Ahmar, di kota utara Safed dirubah menjadi tempat konser.
Sementara Masjid lain al-Jadid, di kota Kaisarea diubah menjadi tempat dugem, alias diskotik.
Masjid Ayn Hawd di Haifa dan lantai atas Masjid Al-Siksik dii Jaffa juga mengalami nasib serupa.
"Setelah Nakba (istilah yang menggambarkan pembentukan negeri Israel), sekitar 539 desa Palestina hancur," kata Khatib.

"Semua bangunan Palestina, termasuk masjid telah menjadi sasaran empuk bagi pemerintah Israel," imbuhnya.
Khatib ingat bahwa masjid-masjid era pra-Nakba selalu penuh dengan jamaah.
"Namun setelah Nakba masjid-masjid itu dihancurkan, terutama mereka yang berada di desa, masjid itu diubah menjadi kafe, restoran, sinagog hingga tempat dugem," katanya.
Khatib menyesalkan keputuan Israel, "mengabaikan sentimen umat Islam," masjid dihancrukan dan mengabaikan protes dari warga.