Harga Emas Tembus Rp 1.013.000 Per Gram, Ada Kemungkinan Naik Lagi, Anda Jual Atau Beli?

Saat ini, jumlah nasabah yang menggadaikan emas meningkat. Tapi fenomena ini juga menimbulkan banyaknya masyarakat yang memilih menabung emas.

Editor: Frans Krowin
KOMPAS.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi: harga emas naik 

"Pada pekan ini Bank Sentral AS (The Fed) juga akan kembali membahas suku bunga, yang bisa saja mempertahankan atau malah menurunkan suku bunga ke negatif," kata dia.

Gejolak ekonomi di AS memang sangat mempengaruhi keputusan investor global memilih instrumen untuk menanamkan dananya.

Maklum, AS merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia yakni menyumbang 20 persen dari ekonomi global.

Selain kondisi ekonomi domestik AS, tren kenaikan harga emas juga dipicu persoalan lain yang berkaitan dengan China. Hubungan China dengan AS tengah memanas, keduanya saling menutup konsulat.

China menutup konsulat AS di Chengdu, sebagai upaya balas dendam atas ditutupnya konsulat China oleh AS di Houston, Texas.

Sementara alasan penutupan dari AS adalah tuduhan pencurian properti intelektual oleh China, yang terjadi sehari setelah Departemen Kehakiman mendakwa 2 warga China atas tuduhan meretas ratusan perusahaan, dan berusaha mencuri data penelitian vaksin Covid-19.

Tak cukup itu, persoalan ekonomi di AS juga turut mempengaruhi.

Maklum, AS merupakan negara dengan perekonomian terbesar di dunia yakni menyumbang 20 persen pada ekonomi global.

Saat ini, ekonomi AS kian terpukul ketika kasus Covid-19 terus melonjak hingga lebih dari 4 juta kasus.

Ruben Onsu Berdoa Tuhan Yesus Punya Rencana Sambil Genggam Tangan El Ibnu yang Menangis

Idul Adha di Sikka Sembelih 128 Ekor Sapi dan 62 Ekor Kambing

Kabar Gembira, Pasien Positif Corona di Lembata Dinyatakan Sembuh

Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi emas batangan (tribunnews)

Angka pengangguran di Negeri Paman Sam pun terus meningkat, dan kini parlemen AS tengah menggodok rencana perpanjangan tunjangan pengganguran yang akan berakhir 31 Juli 2020 mendatang.

"Kemudian, pekan ini Bank Sentral AS (The Fed) akan kembali membahas suku bunga, yang bisa saja mempertahankan atau malah menurunkan suku bunga ke negatif," ungkap Ibrahim.

Kondisi-kondisi global tersebut pada akhirnya memicu ketidakpastian ekonomi.

Alhasil, para investor lebih memilih untuk menaruh dananya pada produk investasi yang lebih aman (safe haven), yakni ke instrumen emas.

Pada akhirnya, tingginya permintaan akan investasi di emas membuat harga emas global terkerek, yang juga berimbas pada peningkatan harga emas Antam di Indonesia.

"Kondisi-kondisi itu memberi pengaruh ke masyarakat untuk beralih, bukan lagi ke obligasi dan saham tapi ke emas sebagai safe haven. Sehingga wajar kalau harga emas Antam kini melonjak ke Rp 1 juta-an," pungkas Ibrahim. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Penyebab Harga Emas Melonjak Tinggi", https://money.kompas.com/read/2020/07/28/152200126/ini-pen yebab-harga-emas-melonjak-tinggi?page=all#page2

Akses Kompas.com lebih cepat dan mudah melalui aplikasi
Google Play: https://bit.ly/3g85pkA
Apple App Store: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved