ABK Kapal China Long Xing 629 Ungkap Kekerasan hingga Makanan Expired dan Air Sulingan, INFO

RF, warga negara Indonesia yang sempat menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 China, mengungkap eksploitasi dan kekerasan yang diterimanya se

Editor: Ferry Ndoen
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Anggota TNI AL dan Polisi menurunkan jenazah Warga Negara Indonesia (WNI), Hasan Afriadi yang menjadi anak buah kapal (ABK) Luang Huang Yuan Yu 118 di Dermaga Lanal Batam, Rabu (8/7/2020). Tim gabungan yang terdiri dari TNI AL, Polisi, Bakamla, KPLP dan Bea Cukai ini mengamankan dua kapal ikan berbendera China dengan nama lambung Luang Huang Yuan Yu 117 dan Luang Huang Yuan Yu 118 terkait tindak penganiyaan yang mengakibatkan satu ABK asal Indonesia meninggal dunia. 

POS KUPANG.COM-- - RF, warga negara Indonesia yang sempat menjadi anak buah kapal (ABK) Long Xing 629 China, mengungkap eksploitasi dan kekerasan yang diterimanya selama melaut. 

Salah satunya terkait pemberian makanan kepada para ABK.

RF mengaku para ABK tidak diperlakukan seperti manusia karena diberi makanan yang sudah kedaluwarsa atau expired. 

RF mengatakan para ABK tidak bisa santai dalam menyantap makanan.

Pasalnya mereka hanya diberi waktu selama 15 menit sebelum kemudian bekerja kembali. 

"Setiap 6 jam kami makan cuma dikasih waktu 15 menit. Di atas kapal, kami diperlakukan seperti bukan manusia. Diberi makan tapi makanannya sudah expired," ujar RF, dalam webinar 'Pencarian Keadilan Korban Perdagangan Orang di Kapal Ikan Asing', Selasa (28/7/2020). 

Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra Membuat Jenderal ini Jadi Tersangka, Siapa Bakal Menyusul? SIMAK

RF juga menyebut minuman yang tersedia bagi para ABK sebagai pelepas dahaga bukan berupa air kemasan, melainkan air laut yang disuling. 

Menurutnya saat mengkonsumsi air tersebut, RF kerap merasa dadanya terasa sesak. Bahkan ada rekannya sesama ABK yang jatuh sakit karenanya. 

Kapal China buang ABK Indonesia ke Laut
Kapal China buang ABK Indonesia ke Laut (MBC/Screengrab from YouTube)

"Minumnya juga dari air laut yang disuling, dan itu bau besi. Sampai-sampai dada seperti sesak karena minum itu, anak-anak juga merasakan. Yang imunnya kurang pada jatuh sakit," jelasnya. 

Eksploitasi ini semakin terasa karena isi lemari pendingin ABK berbeda dengan para awak petinggi kapal. RF menceritakan lemari pendingin ABK hanya berisi ayam dan makanan ikan yang digunakan untuk memancing, yang mana keduanya telah kedaluwarsa. 

Sementara lemari pendingin awak petinggi kapal berisi minuman kemasan hingga sayuran. Bahkan stok di lemari pendingin tersebut tergolong melimpah. 

Menurut RF, makanan layak yang ada di lemari pendingin tersebut tak pernah dibagi kepada para ABK. Namun pernah ada pengecualian ketika ABK tengah sakit. 

"Kalau mereka (awak petinggi kapal) makanannya enak, sayurannya enak. Minumannya kemasan dan stok di freezer banyak banget. Kami nggak pernah dikasih, sekalipun dikasih (cuma) untuk ABK yang sakit, saat kerja," tandasnya. 

Tuna Netra yang Dinikahkan dengan Bocah 12 Tahun untuk Tutupi Aib Malah Jadi Tersangka, INFO

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul WNI ABK Kapal China Long Xing 629 Ungkap Kekerasan yang Dialami, Makanan Expired sampai Air Sulingan, https://jabar.tribunnews.com/2020/07/28/wni-abk-kapal-china-long-xing-629-ungkap-kekerasan-yang-dialami-makanan-expired-sampai-air-sulingan.

Editor: Ravianto

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved