Breaking News
Minggu, 19 April 2026

Renungan Harian Katolik

Iusti Fulgebunt Sicut Sol; Orang yang Benar Bersinar Seperti Matahari

Orang yang berbahagia, raut wajahnya tampak berseri-seri dan bersinar seperti cahaya matahari.

Editor: Agustinus Sape
Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Apa artinya menjadi benar? Benar dalam perspektif Kristiani artinya ada kecocokan antara apa yang diajarkan Yesus dengan perilaku hidup kita sebagai orang beriman.

Dalam pemahaman normatif benar artinya ada kesesuaian antara apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan dengan norma -norma hidup dan moral sosial kemasyarakatan yang berlaku .

Dalam tatanan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia, kebenaran dapat dipahami dalam arti ada kecocokan antara sikap hidup dengan nilai-nilai Ideologi Pancasila.

Benar juga menyangkut kejujuran berpikir, berucap dan bertindak dalam interaksi hidup sosial kemasyarakatan.

Kebenaran membuat orang menjadi lebih percaya diri dan karena itu pantas mendapatkan kepercayaan – kredibilitas di hadapan Allah dan manusia.

Dalam tatanan hidup bernegara dan bermasayarakat, seorang pemimpin pada level apa pun, dapat dipercaya, disegani dan dihargai publik karena memiliki kebenaran dan kejujuran dalam dirinya.

“Orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka “ ( Matius 13 : 43).

Orang-orang benar adalah benih-benih yang baik dan berkualitas yang tumbuh pada ladang yang subur.

Benih-benih unggul dalam proses pertumbuhan mesti tetap dirawat agar berbuahkan kebaikan pada waktunya.

Tuhan sebagai penabur ikut terlibat merawat dan memberkati kebenaran dan orang-orang yang mecintai dan melakukan kebenaran dalam hidup.

Musuh kebenaran adalah kejahatan dan berbagai godaan yang ditawarkan iblis melalui pikiran, mulut, mata dan tindakan manusia yang irasional, yang selain menghancurkan kualitas diri juga merusak kebaikan tatanan hidup bersama.

Untuk menghadapi musuh yang menaburkan ilalang pada ladang kehidupan manusia, maka manusia kristiani mesti berpegang teguh pada kebenaran imanen yang diajarkan Yesus dalam Kitab Suci.

Refleksi dan kontemplasi Kitab Suci serta evaluasi kritis terhadap diri dan aktivitas hidup setiap hari dapat membantu orang-orang beriman menjadi orang-orang benar yang bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

Orang benar mungkin dibenci dunia tetapi dicintai Allah. Disegani dan dikagumi oleh orang yang beriman dan rasional, tetapi tidak dipahami oleh mereka yang irasional.

Seperti matahari yang memancarkan sinarnya setiap pagi, demikian pun hendaknya manusia memancarkan sikap hidup yang benar setiap hari, baik sebagai insan beriman yang hidup menurut kehendak Allah sebagai kebenaran iman sesuai Kitab Suci dan sebagai warga negara Kesatuan Republik Indonesia kita berupaya agar hidup benar sebagai warga negara yang baik sesuai nilai-nilai Ideologi Pancasila.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved