Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Renungan Harian Katolik

Iusti Fulgebunt Sicut Sol; Orang yang Benar Bersinar Seperti Matahari

Orang yang berbahagia, raut wajahnya tampak berseri-seri dan bersinar seperti cahaya matahari.

Editor: Agustinus Sape
Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Selasa 28 Juli 2020

Iusti Fulgebunt Sicut Sol; Orang yang Benar Bersinar Seperti Matahari
Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Plato filsuf dari Yunani yang hidup pada 427-347 SM mengatakan bahwa “ Keadilan, kebenaran dan kebebasan adalah pangkal kebahagiaan”.

Kebahagiaan hidup dapat dicapai bila orang bersikap adil, hidup benar dan jujur serta bebas mengekspresikan diri dengan baik.

Orang yang berbahagia, raut wajahnya tampak berseri-seri dan bersinar seperti cahaya matahari.

Orang benar dan baik akan bercahaya sementara orang yang berdosa dan jahat akan redup.

Kebenaran dalam dirinya memberikan terang dan pecerahan rasional pada satu sisi dan pada sisi yang lain memancarkan kegembiraan hati dari dalam.

Kebenaran berdimensikan kualitas diri yang membentuk seseorang menjadi lebih percaya diri dan bahagia.

Kebenaran yang otentik selain rasional pada tataran kognitif juga menghadirkan kedamaian dan kepuasan secara psikologis.

Dalam tataran imanen dan transenden, orang benar dicintai Tuhan dan menjadi bagian dari warga kerajaan surga, kerajaan kedamaian dan kebahagiaan yang abadi.

Sementara pada tataran etis moral orang benar dan jujur dikagumi, dipercaya dan disegani dunia karena ada kecocokan antara sikap hidup dengan norma-norma moral yang berlalku.

Kebenaran selalu dipertentangkan dengan kesalahan dalam tataran ilmiah dan dalam tataran imanen -moral, kebenaran dipertentangkan dengan dosa, tipu muslihat serta berbagai kejahatan.

Perikope Injil Matius 13 : 36-43, mengingatkan kita agar terus berjuang untuk hidup sebagai orang benar. Benar dalam pikiran, perkatan dan sikap hidup sesuai kebenaran Kabar Gembira yang diajarkan oleh Yesus Kristus.

Kita diajak untuk bertumbuh sebagai benih gandum yang baik dan unggul pada tanah yang subur dan bukan sebagai benih ilalang.

Lebih dari itu bahkan kita diminta untuk tetap berjuang hidup sebagai benih yang baik dan unggul meski di tanah yang tandus.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved