Breaking News:

Salam Pos Kupang

Izin Investasi Garam

POTENSI garam di NTT tampaknya tidak diragukan lagi. Garam NTT mestinya bisa membantu mengurangi impor garam nasional

Izin Investasi Garam
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - POTENSI garam di NTT tampaknya tidak diragukan lagi. Garam NTT mestinya bisa membantu mengurangi impor garam nasional.

Hal itu terlihat dari tingginya frekuensi kunjungan Pemerintah Pusat, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga pejabat tingkat menteri dan Dirjen.

Kita mencatat pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo, didampingi sejumlah pejabat pusat, meninjau lokasi tambak garam Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur. Presiden mau melihat dari dekat potensi dan kualitas garam di NTT. Alhasil, Jokowi menilai Provinsi NTT memiliki potensi besar dalam memproduksi garam.

Otonomi Daerah dan Kemiskinan

Hampir setahun setelah kunjungan Jokowi, Jumat (24/7/2020, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto kembali meninjau lokasi tambak garam Desa Nunkurus, yang sedamg dikelola PT Timor Livestock Lestari. Setelah melihat lokasi dan kondisi garam di sana, Mendag pun mengakui potensi garam tersebut.

Sebenarnya pengakuan mengenai potensi produksi garam NTT bukan hal yang mengejutkan. Wilayah NTT yang terdiri dari pulau-pulau dan dikelilingi lautan sudah menjadi anugerah terbesar bagi provinsi ini. Tapi, tampaknya cukup lama NTT tertidur dan tidak banyak berbuat untuk memanfaatkan potensi ini.

TRIBUN WIKKI: Indahnya Pasir Putih di Pantai Nanga Rawa Manggarai Timur

Tanpa harus menghadirkan investor, kalau saja setiap kabupaten mau memberdayakan potensi lautnya ini, maka kebutuhan garam nasional mestinya dipenuhi seluruhnya oleh NTT. Kenapa tidak? Coba cek, kabupaten mana yang tidak mempunyai laut di NTT. Malah ada kabupaten yang seluruh wilayahnya dikelilingi laut, yang merupakan sumber garam.

Nyatanya, tidak semua 22 kabupaten di NTT ini terdaftar sebagai daerah produksi garam. Kita hanya mendengar Desa Nunkurus, Bipolo di Kabupaten Kupang, TTS, Malaka, TTU, Lembata, Ende. Lalu daerah-daerah lain buat apa dengan air laut yang berlimpah di sekitarnya?

Kita sepatutnya menyambut inisiatif Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang mulai mengangkat potensi garam NTT ini. Inisiatif ini pun disahuti pemerintah pusat karena memang kebutuhan nasional akan garam sangat tinggi. Kita mestinya malu ketika kita masih mengimpor garam sementara luas wilayah laut kita jauh lebih besar dari luas daratan.

Ayolah kita sambut positif dorongan pemerintah pusat, agar NTT meningkatkan produksi garamnya. Tidak hanya berharap dari lokasi-lokasi yang disebutkan di atas tadi, tapi setiap kabupaten mestinya membangun sentra produksi garam. Latih masyarakatnya memproduksi garam secara modern. Niscaya masyarakat bisa hidup dari produksi garam sekaligus berkontribusi secara signifikan pada PAD masing-masing kabupaten.

Agar produksi garam NTT meningkat dan berkualitas bagus, penting sekali untuk menerapkan manajemen profesional yang transparan dan akuntabel dalam pengelolaan garam. Jangan sampai di tengah upaya ini ada juga pihak-pihak yang bermain curang, seperti dugaan permainan kartel impor garam yang hanya memanfaatkan izin investasi garam di NTT. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved