Hasil Swab Negatif - Gugus Tugas Sumba Timur Kunjungi Rumah Duka PDP yang Meninggal

Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona ( Covid-19) Kabupaten Sumba Timur mengunjungi rumah duka PDP

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
Dokumentasi Kabid P2P Dinkes Sumba Timur, Jonker Telnoni, SKM
Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur saat berada di rumah duka PDP yang meninggal dunia di Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kamis ( 23/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease ( Covid-19) Kabupaten Sumba Timur mengunjungi rumah duka Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) yang meninggal dunia pada tanggal 14 Juli 2020. PDP yang meninggal tersebut telah diswab dan hasil pemeriksaan laboratorium terkonfirmasi negatif.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Waingapu, Minggu (26/7/2020), menyebutkan, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Domu Warandoy,S.H, M.Si berkunjung ke rumah duka di Mangili Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu.

Turut bersama Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy ke rumah duka, Kadis Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana dan Kabid P2P, Jonker Telnoni, SKM.

Vinsen Sebut Paket Viva Mateke Dapat Dukungan Murni

Kadis Kesehatan Sumba Timur,dr. Chrisnawan Try Haryantana sebelumnya mengatakan, satu PDP yang meninggal dunia itu telah diambil swab dan dikirim untuk diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof WZ Johannes Kupang dan hasilnya terkonfirmasi negatif.

"Kita kirim swab ke Kupang dan kita minta agar diprioritaskan hasil pemeriksaan dan siangnya kita dapat hasilnya terkonfirmasi negatif. Kita lega karena hasil swab negatif. Kita bayangkan kalau positif, maka harus lakukan pelacakan dan sebagainya," ujar Chrisnawan.

Yance Maring, Petani Sukses di Sikka Terapkan Teknologi Dikunjungi Gubernur NTT

Menurut Chrisnawan, PDP itu memiliki riwayat bepergian dari Kupang untuk memeriksakan kesehatan di RSUD Prof WZ Johannes Kupang.

"PDP ini sebelumnya ke Kupang untuk memeriksakan kesehatan di RSUD Prof. W,Z. Johannes Kupang. Kemudian kembali ke Sumba Timur pada 26 Juni 2020," katanya.

Dijelaskan, setelah berada di Sumba Timur, pada tanggal 9 Juli 2020, yang bersangkutan mengeluhkan batuk,pilek dan sesak nafas.

"Saat itu dibawa ke puskesmas kemudian dirujuk ke RSK Lindimara. Dari RSK Lindimara dirujuk lagi ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu," katanya.

Namun, lanjut Chrisnawan,ketika hendak dirawat di ruang isolasi, keluarga yang bersangkutan menolak.

"Setelah meninggal, karena sudah dikategorikan PDP maka secara protokol kami harus melakukan pemeriksaan swab dan hasilnya negatif" ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved