Mantan Menteri Kelautan dan Periknan Protes Pemerintah, Susi Pudjiastuti Geli Kebijakan Edhy Prabowo
Di masanya menjadi menteri, Susi Pudjiastuti mengeluarkan beijakan yang melarang eksport benih lobester, namun kini kran eksport benih tersebut kembal
Mantan Menteri Kelautan dan Periknan Kritik Pemerintah, Susi Pudjiastuti Geli Kebijakan Edhy Prabowo
POS KUPANG.COM -- Meskipun sudah tidak lagi menjabat menteru, Susi Pudjiastuti masih peduli dengan kebijakan pembangunan perikanan nasional
Di masanya menjadi menteri, Susi Pudjiastuti mengeluarkan beijakan yang melarang eksport benih lobester, namun kini kran eksport benih tersebut kembali dibuka oleg menteri Perikanan dan Kelautan saat ini, Edhy Prabowo
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti kembali menyentil kebijakan ekspor benih lobster yang Menteri KP Edhy Prabowo keluarkan.
Susi mengaku geli bila salah satu alasan izin ekspor benih lobster karena banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya menjadi pencari benih. Padahal, sumber daya laut bukan hanya benih lobster.
"Ya lucu, ya masa di laut itu isinya cuma bibit lobster? Ada bibit karena ada emak lobster. Lobster besar inilah yang ditangkap, jangan bibitnya," kata Susi dalam diskusi daring, Kamis (23/7).
• China Tahu Diri,Tudu Amerika Bikin Masalah di LCS,Padahal Negeri Panda Tak Patuh Hukum Intrenasional
• Masi Simpan Dendam, Luna Maya Seperi Sindir Reino Barack ,5 Tahun Pacaran Akhirnya Kandas Karena ini
Susi menyebutkan, kebijakan ekspor benih lobster merupakan hal yang aneh. Soalnya, hanya Indonesia saja yang mengizinkan ekspor benih lobster.
Beberapa negara, seperti Australia, Filipina, Kuba, dan Sri Lanka, tidak mengambil benih lobster untuk mereka ekspor.
Bahkan, Australia melarang penangkapan lobster dengan jenis kelamin betina agar keberlanjutannya terjaga.
Itulah mengapa, Susi menganggap lucu bila alasannya karena nelayan tidak punya pekerjaan lain.
"Kalau tidak bisa menangkap bibit, (nelayan) tidak bisa menangkap yang lain? Oh, bisa. Itu ribuan jenis ikan ada di laut. Tangkap (lobster) yang ukuran 200 gram, atau paling tidak 100 gram," tutur Susi.
Susi justru merasa khawatir bila bibit lobster diambil, nelayan kecil justru tak lagi mendapat uang dari menangkap lobster ukuran konsumsi.
Informasi saja, menangkap lobster kerap nelayan kecil lakukan karena penangkapannya yang mudah. Tak perlu memakai kapal besar, lobster bisa mereka tangkap hanya dengan bekal jermal ataupun ban dalam mobil.
Harga lobster ukuran konsumsi biasanya mencapai ratusan ribu rupiah tergantung dari jenis dan ukuran.
"Kita pakai akal sehat saja. Kenapa kita mesti menghidupi Vietnam? Lucu buat saya. Saya percaya negara wajib melindungi SDA untuk kemaslahatan masyarakat. Indonesia akan jadi negara besar kalau lautnya bisa dikelola dengan baik," pungkas Susi.
Sebagian artikel ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Soal ekspor benih lobster, Susi Pudjiastuti: Kenapa kita mesti menghidupi Vietnam? https://nasional.kontan.co.id/news/soal-ekspor-benih-lobster-susi-pudjiastuti-kenapa-kita-mesti-menghidupi-vietnam?page=all