China Tak Tahu Diri,Tuduh AS Bikin Masalah di LCS,Padahal Negeri Panda Tak Patuh Hukum Intrenasional

Negara itu mengklaim 90 persen wilayah LCS yang sebagian besar merupakan perairan negara-negara Asia Tenggara, sementara pantau China berada ribuan ki

Editor: Alfred Dama
wsj.net
Baru Kembali Terjadi Setelah Dua Dekade, Komposisi Kapal Induk Amerika di Laut China Selatan Ini Tunjukkan Rasa Frustasi AS dengan Polah Tiongkok 

China Tak Tahu Diri,Tuduh AS Bikin Masalah di LCS,Padahal Negeri Panda Tak Patuh Hukum Intrenasional

POS KUPANG.COM-- Pemerintah China benar-benar tak tahu diri mengenai kehadirannya di Laut China Selatan atau LCS

Negara itu mengklaim 90 persen wilayah LCS yang sebagian besar merupakan perairan negara-negara Asia Tenggara, sementara pantau China berada ribuan kilometer di utara LCS

Bahkan mahkamah internasional sudah memutuskan wilayah kepulauan Spratly yang diklaim China merupakan milik Filipina, namun China tidak mengakui hal itu

Selanjutnya UNCLOS juga tidak mengakui dasar hukum China dengan sembilan garis putus-putus yang menjadi dasar penguasaan China di Laut China Selatan

Jadi jelas yang tidak tahu diri di sini adalah China tapu menuduh Amerika sebagai sumber masalah

Kakak Jessika Iskandar Sindir Richard Kyle, Erik Iskandar Ungkap Perasaan Sang Adik yang Dimainin

Masi Simpan Dendam, Luna Maya Seperi Sindir Reino Barack ,5 Tahun Pacaran Akhirnya Kandas Karena ini

Sementara kehadiran militer Amerika di wilayah LCS adalah untuk mencegah China bertindak lebih jauh dan memastikan wilayah tersebut bukan milik China

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menuding Amerika Serikat kerap menimbulkan masalah di seluruh dunia, termasuk di Laut Cina Selatan. Pernyataan ini diungkapkan di tengah memburuknya ketegangan antara kedua negara adikuasa.

Dua kapal perang jenis Destroyer milik China saat melakukan latihan.
Dua kapal perang jenis Destroyer milik China saat melakukan latihan. (via Kontan.co.id)

Melansir South China Morning Post, selama pertemuan yang diadakan melalui tautan video pada hari Selasa, Wang juga mengatakan kepada rekannya dari Vietnam Pham Binh Minh bahwa Vietnam dan negara-negara Asia Tenggara lainnya harus "sangat waspada" tentang upaya Washington dalam mengganggu stabilitas dan persatuan di wilayah tersebut.

"Beberapa kekuatan ekstrem di AS dengan sengaja telah mengangkat konflik ideologis dan bahkan memaksa negara lain untuk memihak, mencoba untuk memulai kembali McCarthyisme yang terkenal, [yang bertentangan]dengan gelombang sejarah," kata Wang kepada Pham, merujuk pada perang salib anti-komunis, dipimpin oleh senator untuk Wisconsin Joseph McCarthy, yang melanda Amerika pada 1950-an.

Dia menambahkan, "Orang-orang ini akan melanjutkan kerja mereka, tetapi orang-orang di seluruh dunia dapat melihat dengan jelas pikiran jahat mereka dan mencoba untuk menciptakan perselisihan."

Rincian pertemuan itu dirilis oleh kementerian luar negeri China pada hari Rabu.

Ini merupakan yang kedua kalinya dalam seminggu di mana Wang telah mengecam AS selama pembicaraan dengan mitra asing. Sebelumnya, saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov melalui telepon pada hari Sabtu, Wang mengatakan AS telah "kehilangan akal sehat, moral dan kredibilitasnya".

Pernyataannya itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington terkait Laut China Selatan yang disengketakan. Jalur air yang strategis dan kaya sumber daya telah menjadi titik api militer potensial setelah AS secara resmi menolak klaim Beijing atas sebagian besar Laut China Selatan, bagian yang juga diklaim oleh Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei dan Taiwan.

Spekulasi yang berkembang menunjukkan bahwa Vietnam, pengkritik regional paling vokal terhadap klaim teritorial Beijing yang luas, dapat mengikuti Filipina dan mengajukan gugatan internasional terhadap klaim China atas perairan.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved