Kamis, 9 April 2026

Jaksa Agung dan Pengejaran Buron Djoko Tjandra, Diprotes Cucu Hingga Tidur Sehari 4 Jam

MENJADI seorang jaksa agung membuat Sanitiar Burhanuddin ( ST Burhanuddin) kehabisan waktu bersama keluarga

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/ACHMAD NASRUDIN YAHYA
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di gedung Badan Diklat Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (9/12/2019). 

POS-KUPANG.COM - MENJADI seorang jaksa agung membuat Sanitiar Burhanuddin ( ST Burhanuddin)  kehabisan waktu bersama keluarga. Membuat pria kelahiran 17 Juli 1954 ini diprotes oleh sang cucu. Burhanuddin memiliki jadwal yang padat.

Namun, Pria yang mengenakan kemeja putih ini, menerima wawancara khusus bersama Tribun Network. Wawancara berlangsung tak lebih dari 30 menit. Ia harus ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, untuk memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Menjadi seorang jaksa agung, membuat Burhanuddin harus merelakan waktunya bersama keluarga.

Warga Minta Perhatikan Jalan Halilulik-Welaus

"Cucu saya protes karena jarang jalan bersama. Tapi ini (menjadi jaksa agung) adalah tugas negara," ujar Burhanuddin kepada Tribun Network.

Tak hanya itu, jam tidurnya pun kini berkurang. Setiap hari, cerita Burhanuddin, ia hanya tidur 4 jam. Karena harus begadang setiap harinya. Berikut cerita Burhanuddin kepada Tribun Network:

Hampir satu tahun lebih di kabinet membantu Presiden, apa yang Anda rasakan?

Suatu beban berat, saya harus mengembalikan citra organisasi ini. Saya sadar masyarakat sudah banyak berkurang rasa percayanya kepada Kejaksaan.

Pakai Masker yang Benar

Yang berat adalah bagaimana saya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan, itu yang selalu menjadi pikiran saya.

Berarti itu target, lalu kasus-kasus besar yang harus diketahui publik apa saja?

Kalau sebenarnya bukan target, kami tidak menggunakan target. Karena saya akan menyeimbangkan antara pencegahan dan penindakan, antara preventif dan taking action adalah seimbang.

Dan utamanya sebetulnya saya ingin yang kuropsi itu sedikit. Tetapi kan kenapa korupsi ini selalu banyak terus? harus kita cari akar permasalahannya kenapa. Itu yang utama. Kalau kita sikat terus sikat terus tapi akar permasalahan kenapa adanya korupsi? Kenapa terjadinya korupsi? Itu yang akan kita cari dan kita cegah.

Itu yang kemudian ada benang merah terkait imbauan Anda, meminta korps Adhyaksa untuk tidak hidup bermewah-mewah?

Iya pasti, kalau hidup mewah-mewah sudah tidak seharusnya. Gaji jaksa berapa sih bisa hidup mewah-mewah, kalau ada jaksa hidup mewah akan saya tanyakan dari mana duitnya.Kecuali mungkin karena warisan, kalau saya memang orang kampung, tidak punya warisan. Tapi kita akan pertanyakan kenapa.

Tapi kan bisa dihitung, misal seorang jaksa punya mobil harga sekian, berapa sih gajinya? dan saya menganjurkan buat teman-teman, kalau seandainya punya warisan atau tidak, tolonglah jangan terus pamer. Apalagi dalam kondisi masyarakat yang sekarang, ekonomi lagi turun, ya harus empati sedikitlah.

Sudah berapa jaksa yang Anda tindak tegas?

Untuk jaksa yang ditindak tegas di jaman saya itu yang kita masukan pengadilan itu ada sekitar empat lah. Terus yang Kejari, sebagai Kejari dia tidak bisa mengawasi ke bawah, atau bahkan Kejarinya ikut-ikutan, di daerah ada satu, di Jakarta juga satu Kejari, karena aksinya saya pindahkan. Kemudian di Lampung ada satu, Kejari dan kasi-kasinya saya pindahkan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved