Selasa, 28 April 2026

Taman Daun Galang Dana Untuk Bedah Rumah Difabel Penjual Sapu Lidi

Relawan Taman Daun Lembata kembali melakukan aksi bedah rumah tak layak huni. Kali ini Taman Daun akan membedah rumah milik Hasna Sedo

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Para relawan Taman Daun Lembata menjual asesoris kalung dari tulang ikan paus dalam aksi penggalangan di Pasar TPI Lewoleba, Selasa (21/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Relawan Taman Daun Lembata kembali melakukan aksi bedah rumah tak layak huni. Kali ini Taman Daun akan membedah rumah milik Hasna Sedo, seorang difabel penjual sapu lidi berusia 63 tahun yang tinggal di Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan.

Selain mengumpulkan material dan tenaga dengan konsep Lamaholot gemohing (gotong-royong), mereka juga membuka donasi terbuka dan melakukan aksi galang dana di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lewoleba.

Merespons Tulisan Prof. Alo Liliweri: Penyebaran Kabar Gembira dan Pilihan Media

Aksi galang dana ini dilakukan dengan cara menjual asesoris kalung berbahan tulang ikan paus hasil karya para relawan dan menggelar donasi terbuka bagi warga pengunjung TPI yang ingin memberikan sumbangan secara sukarela, Selasa (21/7/2020) petang.

Salah satu Relawan Taman Daun, Rimba Ollind, menuturkan aksi penggalangan dana ini dilakukan bersamaan juga dengan proses bedah rumah milik Hasna Sedo.

Dia bersyukur karena banyak warga Lewoleba yang berbaik hati dan secara sukarela memberikan donasi dalam bentuk uang dan material bangunan.

Tiada Laptop Warnet Pun Jadi, Wisuda Virtual Anak Penjual Es di Ende

Menurut Rimba, selain pengunjung TPI yang memberi sukarela, ternyata ada banyak pedagang sayur dan ikan yang berjualan di sana juga turut memberikan donasi.

"Terima kasih kepada para pedagang, warga Lembata dan semua orang baik yang sudah memberi secara sukarela. Tuhan yang akan membalas semua kebaikan ini," ungkap Rimba ditemani sekelompok relawan lainnya di TPI Lewoleba.

Hingga saat ini, kata Rimba, donasi dan sumbangan sukarela masih terus dibuka untuk proses bedah rumah milik kaum difabel Hasna Sedo.

Dijelaskannya, sejumlah material berupa pasir dan batu sudah diturunkan. Empat orang tukang profesional dari Lewoleba sudah bersedia secara sukarela membedah rumah si penjual lidi. Denah rumah sederhana juga sudah dirancang.

Proses bedah rumah rencananya akan dilakukan mulai Rabu (22/7/2020) hingga beberapa hari ke depan sambil pihaknya terus membuka donasi.

"Kita lebih utamakan aksi langsung di lapangan, tanpa ada banyak diskusi yang panjang, jadi ketika kemampuan mencukupi, kita langsung kerja," tambahnya.

Ini merupakan kali kedua Taman Daun Lembata melakukan aksi bedah rumah. Sebelumnya mereka juga sudah membedah rumah milik Nenek Peni di Kampung Kalikasa Kecamatan Atadei beberapa waktu lalu.

Tentang Hasna Sedo, Difabel Penjual Sapu Lidi

Inthoz Blolon, salah satu relawan, mengisahkan Hasna Sedo yang akrab disapa Sedo lahir di Katawa 31 desembaer 1956 kini merupakan warga Bluwa, Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia sehingga ia terpaksa menjalani hari-hari hidupnya sendiri demi sesuap nasi.

Tempat tinggal pun tidak dimilikinya sehingga selalu berpindah-pindah bahkan pernah tidur bersama sekelompok ayam di dalam sebuah pondok reot.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved