Senin, 4 Mei 2026

Kredit Usaha Rakyat

Menteri Maman Dorong Penguatan UMKM NTT Lewat Program KUR

Pemerintah mendorong peran aktif lembaga keuangan, tidak hanya sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai mitra pendamping.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/MARIA SELFIANI BAKI WUKAK
Konferensi pers Menteri UMKM Maman Abdurrahan bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Menteri Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mendorong penguatan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penguatan tersebut, bagi Menteri Maman, harus disertai pendampingan secara intensif untuk memastikan UMKM mampu tumbuh berkelanjutan dan naik kelas.

Dia mengatakan bahwa KUR tidak boleh dipandang sekadar sebagai tambahan likuiditas, melainkan sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing usaha.

Baca juga: Permudah KUR Rumah, Prabowo Janjikan Cicilan hingga 40 Tahun

Menurut dia, kedisiplinan dalam memanfaatkan pembiayaan menjadi kunci agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan. KUR harus digunakan untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif.

"Ini adalah kesempatan untuk memperbesar usaha, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar,” ujar Menteri Maman di Labuan Bajo.

Pemerintah, kata dia, mendorong peran aktif lembaga keuangan, tidak hanya sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai mitra pendamping.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian UMKM dan Bank NTT pun, menjadi wujud komitmen bank daerah dalam menjamin ekosistem penyaluran KUR.

Kembalinya Bank NTT dinilai strategis, mengingat kedekatannya dengan pengusaha kecil di tingkat lokal. 

Dengan target penyaluran sekitar Rp 350 miliar, Bank NTT diharapkan mampu menjangkau sektor-sektor usaha yang selama ini belum optimal terlayani oleh perbankan nasional.

Menteri Maman menekankan bahwa keberhasilan program KUR tidak hanya diukur dari besarnya angka penyaluran, tetapi juga dari kualitas dampak yang dihasilkan. 

"Oleh karena itu, literasi keuangan dan pendampingan usaha menjadi elemen yang tak terpisahkan. Penyaluran harus diikuti dengan edukasi. Tanpa itu, pembiayaan berisiko tidak memberikan efek jangka panjang,” katanya. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved