Bupati Malaka Berikan Deadline Waktu 2 Minggu buat Sekolah Persiapkan Diri
Pelaksanaan KBM tatap muka di sekolah untuk semua jenjang pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi di Malaka belum diperkenankan
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN - Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka di sekolah untuk semua jenjang pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi di Malaka belum diperkenankan.
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH bersama unsur Forkompinda memberikan deadline waktu 2 Minggu sekolah mempersiapkan diri hal teknis untuk dilaporkan pada rapat lanjutan tanggal 4 Agustus nanti.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menyampaikan hal ini usai memimpin rapat bersama elemen terkait lainnya soal diaktifkan KBM di sekolah, Selasa (21/7). Turut hadir, Kapolres Malaka, AKBP Albert Neno, S.H, Dandim 1605 Belu-Malaka, Letkol (Inf) Ari Dwi Nugroho, Sekda, Donatus Bere, S.H, para tokoh masyarakat, kepala sekolah PAUD sampai Perguruan Tinggi (PT) juga para camat dan pimpinan OPD.
• Paket Firman Lolos Verifikasi Faktual
Menurut Bupati Malaka yang disapa SBS ini, dalam rapat bersama pengelola sekolah dari PAUD sampai PT secara khusus membahas soal bagaimana strategi yang siap digunakan pada KBM tatap muka di era tatanan baru.
Sebelum dilaksanakan KBM tatap muka di sekolah, kata SBS, sudah ditegaskan agar selama dua pekan kedepan tiap sekolah melakukan persiapan penerapannya nanti. Para siswa diberikan pelatihan soal bagaimana tata cara masuk kelas, keluar kelas dan hindari kerumunan.
• Pilkada Manggarai 2020, Bawaslu Temukan PPDP di TPS 03 Nusa Molas Belum Mulai Lakukan Coklit
"Sekolah wajib atur teknis itu termasuk ketika berada dalam kelas. Karena titik paling rawan penyebaran virus ini sangat rentan di para siswa. Kita tidak mau anak-anak terkena covid makanya selama dua minggu ini mereka harus dilatih," katanya.
Selama latihan di sekolah, lanjut SBS, akan diawasi anggota Polri dibantu TNI dan Satpol PP. Sekolah juga diwajibkan menyiapkan alat pelindung diri bagi siswa apakah itu masker, tempat cuci tangan dan paling penting menjaga jarak.
"Kalau sudah dilatih selama dua minggu, maka tanggal 4 Agustus kita hadirkan lagi para kepala sekolah untuk melaporkan kesiapannya. Kalau sudah siap maka kita putuskan. Jadi betul-betul selektif karena ini dalam upaya menyelamatkan anak-anak kita," jelas SBS.
Menurutnya, selama tahapan persiapan dilakukan, KBM melalui daring yang sudah dilaksanakan tetap berlanjut. Pembahasan saat ini mengenai strategi manakala dilaksanakan KBM tatap muka.
"Nanti kita evaluasi lagi. Kalau belum siap maka kita larang jangan dibuka dulu KBM tatap muka,," tambah SBS.
Sementara Kapolres Malaka, Albert Neno menegaskan, jajarannya akan mengawal betul pelaksanaan pelatihan selama dua pekan ini. Bersama jajaran TNI dan Satpol tentu memantau dan memberikan masukan soal teknis di lapangan agar anak-anak patuh dan taat pada protokoler kesehatan.
"Ini dipersiapkan secara matang dan buka sekedar coba-coba. Kita persiapkan personil gabungan turun ke sekolah-sekolah. Para siswa harus taati protokoler kesehatan karena ini sangat rawan. Kita harapkan jangan ada klaster baru di sekolah," tegas Albert. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-malaka-berikan-deadline-waktu-2-minggu-buat-sekolah-persiapkan-diri.jpg)