Renungan Harian Katolik

Indra Tak Sanggup

Atau sudah terlampau degilkah hati mereka sehingga masih mau menuntut tanda? Kepada mereka tidak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD. Frid Tnopo 

Renungan Harian Katolik, Senin 20 Juli 2020

Indra Tak Sanggup

Oleh: RD. Frid Tnopo

POS-KUPANG.COM - Ada asap berarti ada api. Tanda selalu hadir mendahului makna atau obyek (sesuatu yang ditandakan. Mendengar bunyi sirene berarti ada bahaya.

Kehadiran suatu tanda penting dan perlu supaya bisa membantu penafsiran yang tepat akan sesuatu. Seorang lelaki muda bisa malu berkepanjangan karena cintanya ditolak, jika berani menembak seorang wanita tanpa memahami tanda (sinyal) kalau si wanita ada atau tidak ada  rasa padanya.

Tanda juga bisa menjadi ikatan kepercayaan. Janji politik sering kali ditawar dengan tanda. Tanda itu bisa menjadi bukti permulaan dari sebuah janji.

Otoritas seseorang pun sering dihubungankan dengan suatu tanda dan tanda itu adalah kharisma. Pemimpin yang berkharisma adalah pemimpin yang mampu menghadirkan tanda-tanda “supranatural” kepada khalayak.

Kenyataan inilah yang dihadapi Yesus dengan kaum empiris Yahudi. Golongan ahli Taurat dan Farisi menuntut tanda pada Yesus. “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu”.

Yesus yang adalah tokoh Agung utusan Allah diminta untuk menunjukkan sebuah tanda sebagai bukti permulaan. Dengan kata lain, kedua golongan Yahudi itu mau bilang: jika engkau Mesias  (Anak Allah) buktikanlah.

Perhatikan, ide dan gagasan mereka sama persis seperti yang dipakai iblis waktu mencobai Yesus selama 40 hari 40 malam.

Yesus menangkap sinyal itu. Karena itu Ia mengatakan, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda” (Mat, 12:39a).

Mengapa Yesus sampai mengatai mereka jahat dan tidak setia? Apakah Yesus tidak menyukai tanda? Apakah Yesus tidak memahami keterbatasan indra manusia menangkap yang Ilahi?

Yesus sungguh memahami keterbatasan manusia. Yesus tahu bahwa manusia hanya bisa memahami yang metafisis melalui tanda dan simbol. Tetapi Yesus “marah” karena kedegilan hati manusia. Berulang-ulang kali diberi tanda namun masih tetap menuntut tanda.

Ada pada mereka nabi-nabi. Di depan mata mereka ada mukjizat-mukjizat yang dibuat-Nya bahkan hadir di hadapan mereka sekarang tanda yang paling Agung dari Allah yakni Yesus sendiri. Masih belum cukupkah itu?

Atau sudah  terlampau degilkah hati mereka sehingga masih mau menuntut tanda? Kepada mereka tidak akan diberi tanda selain tanda nabi Yunus, (Mat, 12:39b).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved