Info Kesehatan

Wajib Tahu Moms, 9 Tanda Bahaya pada Bayi Baru Lahir

Oleh sebab itu, para orang tua diharapkan memahami tanda bahaya tersebut sekaligus tahu cara mengatasinya.

Editor: Rosalina Woso
shutterstock
Ilustrasi bayi baru lahir. 

Sebelum itu, para orang tua bisa memperhatikan terlebih dahulu frekuensi dan lamanya kejang yang terjadi pada bayi untuk dilaporkan kepada dokter.

3. Bayi lemah

dr. Andy mewanti-wanti, jika bayi terlihat tidak seaktif biasanya, maka waspadalah bagi para orang tua.

“Jangan biarkan kondisi ini berlanjut,” ucap dia.

Kondisi lemah pada bayi bisa dipicu oleh beragam penyebab, seperti diare, muntah yang berlebihan, ataupun infeksi berat.

Untuk mengatasi masalah lemah pada bayi baru lahir ini, para orang tua perlu mengobati penyakit atau kondisi yang menjadi penyebab.

4. Sesak napas

dr. Andy menerangkan, frekuensi napas pada bayi pada umumnya lebih cepat daripada orang dewasa, yakni sekitar 40-60 kali per menit.

Jika bayi bernapas kurang dari 40 kali per menit atau lebih dari 60 kali per menit, maka para orang tua wajib waspada.

“Lihat dinding dadanya, ada tarikan atau tidak. Jika ditemukan masalah, lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter,” ujar Andy.

5. Merintih

Bayi belum bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Maka dari itu, ketika mendapati bayi merintih terus-menerus meski sudah diberi ASI atau sudah ditimang-timang, para orang tua lebih baik segera menghubungi dokter.

“Bisa jadi ada ketidaknyamanan lain yang dirasakan bayi,” kata dia.

6. Pusar kemerahan

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved