Biar Tahu Cara Mengatasinya, Wajib Tahu Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk
angka prevalensi (jumlah kasus penyakit pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen.
Biar Tahu Cara Mengatasinya, Wajib Tahu Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk
POS-KUPANG.COM--Biar Tahu Cara Mengatasinya, Wajib Tahu Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk
Stunting menjadi salah satu topik yang menarik perhatian banyak pihak selama beberapa tahun ke belakang.
Merujuk hasil Survei Status Gizi Balita (SSGBI) 2019, angka prevalensi (jumlah kasus penyakit pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah) stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen.
Angka ini turun 30,8 persen dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, angka tersebut belum bisa membuat pemerintah bernapas lega.
Pasalnya, batas maksimal angka stunting berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 20 persen.
Selain tingkat stunting yang masih di bawah standar, pemahaman masyarakat tentang stunting pun masih terbilang minim.
Salah satu indikasinya adalah stunting yang kerap diartikan sebagai gizi buruk di tengah masyarakat awam.
Lantas apa perbedaan antara stunting dan gizi buruk?
Berikut penjelasannya.
1. Ciri-ciri
Anak dengan gizi buruk biasanya memiliki ciri-ciri kulit yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, dan otot mengecil.
Jika telah mencapai tahap lanjut, ada kemungkinan perut anak menjadi buncit.
Sementara, ciri anak yang mengalami stunting adalah pertumbuhannya yang melambat.
Hal itu dapat dilihat dari tubuh yang lebih pendek dan tampak lebih muda dibanding teman-teman seusianya.