Pemkab TTU Tambah Modal Rp 50 M untuk Bank NTT
PEMERINTAH Kabupaten Timor Tengah Utara ( Pemkab TTU) akan menyerahkan modal sebesar Rp 50 miliar kepada Bank NTT
POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH Kabupaten Timor Tengah Utara ( Pemkab TTU) akan menyerahkan modal sebesar Rp 50 miliar kepada Bank NTT. Penyertaan modal tahun 2020 tersebut dilakukan untuk mengantisipasi sanksi konsolidasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).
Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes mengatakan, penyertaan modal adalah bagian dari kebijakan yang sudah diambil oleh pemegang saham secara keseluruhan. Ia menyebut total modal Bank NTT sampai dengan tahun 2024 harus mencapai Rp 3 triliun.
Menurutnya, saat ini Bank NTT belum memenuhi modal sebanyak Rp 3 triliun. Oleh karena itu, penyertaan modal sudah menjadi tanggung jawab seluruh pemegang saham Bank NTT.
• Skim Merdeka Manjakan UMKM, 58 Tahun Bank NTT
"Itu sudah menjadi keputusan bersama Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang harus kami tindaklanjuti di setiap kabupaten untuk melakukan penyertaan modal lagi sampai dengan 2024 sehingga Bank NTT bisa memiliki modal sebesar Rp 3 triliun," ujarnya.
Bupati Ray mengatakan, kebijakan untuk menyertakan modal ke Bank NTT tergantung dari setiap pemerintah daerah. Porsi penyertaan modal sudah dibagikan kepada provinsi dan 22 kabupaten/kota.
• Tinjau Pembangunan Infrastruktur di Manggarai Barat Menteri Suharso Lima Hari di Labuan Bajo
Untuk itu, lanjut Bupati Ray, pemerintah daerah diminta boleh mencicil penyertaan modal ke Bank NTT mulai dari sekarang sampai dengan tahun 2024. Karena pada tahun 2024, pemerintah memenuhi apa yang sudah diisyaratkan oleh OJK kepada Bank NTT supaya bisa memiliki modal Rp 3 triliun.
"Kalau TTU, tahun ini sertakan modal ke Bank NTT sebesar Rp 50 miliar. Karena kita berkeinginan TTU tetap menjaga reting sebagai pemegang saham urutan ketiga. Kalau bisa kita menjadi urutan kedua di bawah provinsi," katanya. (mm)