Dandim Komang Minta Orangtua Calon Prajurit Hindari Penipuan
Dandim 1624 Flotim-Lembata Letkol Inf Komang Agus memberikan arahan kepada 119 calon Bintara PK Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI AD)
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Dandim 1624 Flotim-Lembata Letkol Inf Komang Agus memberikan arahan kepada 119 calon Bintara PK Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI AD) tahun 2020 dan para orangtua di Markas Koramil 1624-03 Lewoleba, Kamis (16/7/2020) petang.
Para calon prajurit lulusan SMA dari Lembata ini akan mengikuti seleksi Bintara PK TNI AD di Kota Kupang. Pada kesempatan itu, Dandim Komang berpesan kepada kepada orangtua dan calon prajurit supaya menghindari penipuan dan pemerasan uang berkedok seleksi prajurit yang selama ini pernah terjadi.
• Ahok Tawarkan Restrukturisasi Di Tubuh Pertamina, Posisi Strategis Bisa Direkrut Dari Para Pekerja
Dandim Komang mengatakan semua proses seleksi tidak dipungut biaya atau gratis. Jika ada oknum yang mengaku berasal dari TNI AD dan meminta sejumlah uang supaya bisa lolos menjadi prajurit, dia meminta orangtua jangan percaya dan segera melapor.
"Orangtua jangan sampai percaya oknum tidak bertanggungjawab yang lakukan aksi penipuan," tandasnya.
• Ramalan Zodiak Besok Sabtu 18 Juli 2020, Leo Lagi Bahagia, Taurus Emosional, Scorpio Semangat
Kejadian penipuan ini, katanya, pernah terjadi pada 2019 lalu di wilayah Boru Kabupaten Flores Timur. Saat itu ada oknum yang meminta sejumlah uang dengan iming-iming meluluskan calon prajurit.
Selanjutnya, Dandim Komang menjelaskan animo pelajar lulusan SMA dari Flores Timur dan Lembata untuk mengikuti seleksi prajurit TNI AD sangat tinggi.
Berbeda dengan tahun 2019 lalu yang hanya berjumlah 220 pendaftar dan yang lulus sebagai prajurit bintara PK TNI AD hanya berjumlah 55 orang.
Dia menyebut pendaftar dari Kodim 1624 Flotim-Lembata sudah berjumlah 454 orang dengan rincian 409 putra dan 45 putri atau calon Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).
Jumlah ini menjadi yang terbanyak di wilayah NTT, lalu menyusul Kabupaten Ende dengan total calon prajurit 450 orang dan Sikka berjumlah 375 orang.
Sementara itu, total pendaftar calon prajurit TNI AD untuk Kodam Udayana yang meliputi wilayah Provinsi NTT, NTB dan Bali sudah mencapai 5 ribu orang dari alokasi kebutuhan prajurit bintara sebanyak 215 orang saja.
"Saya berterima kasih kepada orangtua dan pemuda yang punya animo yang tinggi untuk mendaftar sebagai prajurit. Dalam seleksi pasti ada lulus dan tidak. Jadi jangan anggap ini sebagai akhir," pesan Letkol Inf Komang yang sudah dua tahun lima bulan menjabat Dandim 1624 Flores Timur-Lembata itu.
Oleh sebab itu, harapannya para calon prajurit bisa berjuang semaksimal mungkin secara fisik dan mental supaya bisa lolos seleksi dan mengalahkan calon prajurit dan wilayah lainnya.
Selain memperingatkan orangtua dan calon prajurit agar mempersiapkan dokumen administrasi yang dibutuhkan, dandim lulusan akademi militer tahun 1999 ini meminta para calon prajurit untuk menjauhi tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan meresahkan masyarakat seperti mabuk-mabukan dan kebutan-kebutan di jalan dengan sepeda motor.
Dandim Komang berharap seleksi calon Bintara PK TNI AD ini bisa menjawab kebutuhan personil di wilayah Kodim 1624 yang meliputi Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata. Sementara ini baru 200 personil TNI AD yang bertugas di dua kabupaten ini.
Padahal kebutuhannya bisa mencapai 600 personil. Jadi diharapkan para Bintara PK TNI AD ini bisa memenuhi kebutuhan personil di Kodim 1624 Flotim-Lembata.