Bawaslu Sumba Barat Minta 74 PPL Jaga Etika Melaksanakan Pengawasan di Lapangan
Bawaslu Sumba Barat minta 74 PPL jaga etika melaksanakan pengawasan di lapangan
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Ketua komisioner Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, S.Th meminta 74 petugas pengawas lapangan ( PPL) yang mengikuti bimbingan teknis penguatan kapasitas sumber daya manusia agar mengikutinya dengan baik.
Seorang pengawas pemilu lapangan harus menjaga etika sopan santun saat melaksanakan tugas di lapangan terutama pada kegiatan pengawasan terhadap pencocokan dan penelitian oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) KPU Sumba Barat.
• Dua Pasien Covid-19 di Nagekeo Sudah Dinyatakan Sembuh
Untuk itu bila merasa belum jelas atau belum paham agar didiskusikan dalam forum bimbingan teknis ini sehingga tidak mengalami kendala ketika melaksanakan tugas di lapangan.
Hal senada juga disampaikan anggota komisioner Bawaslu lainnya Papi B.Ndjurumana, STh dan Oktavianus Malo, S.H .
• Dinas Pendidikan Anjurkan Sekolah Laksanakan KBM Online
Demikian pesan yang disampaikan tiga komisioner Bawaslu Kabupaten Sumba Barat ketika tampil sebagai pembicara pada kegjatan bimbingan teknis peningkatan kapasitas sumber daya manusiia pengawas pemilu lapangan tingkat kabupaten Sumba Barat di aula hotel Monalisa Sumba Barat, Kamis (16/7/2020).
Dalan kesempatan itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, Yusti Rambu Karadji, STh meminta 74 pengawas pemilu lapangan agar mengawasi secara langsung proses pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) KPU Sumba Barat yang berlangsung serentak, Sabtu (28/7/2020). Tahapan ini sangat penting pada pemilihan bupati dan wakil bupati tahun 2020.
Karena itu, ia meminta tenaga pengawas pemilu lapangan harus melakukan tugas sesuai dengan regulasi dan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam melakukan pencocokan dan penelitan data pemilih (Coklit) demi tersusunnya daftar pemilih yang valid.
Sementara komisioner Bawaslu Sumba Barat, Papi Balla Njurumana, S. Th menambahkan pengawas pemilu lapangan harus tetap menjaga nama baik lembaga dalam bersikap dan bertindak karena pengawas perlu membangun etika baik dalam masyarakat apalagi dalam menghadapi tahapan Coklit. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)