Sabtu, 2 Mei 2026

Dinas Pendidikan Anjurkan Sekolah Laksanakan KBM Online

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada sebut belum ada sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka.

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA
Kadis Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, Vinsensius Milo, mengatakan sampai saat ini belum ada sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka.

"KBM tatap muka untuk sementara belum bisa dilakukan karena beberapa persyaratan yang harus di penuhi oleh sekolah, sedang dipersiapkan oleh sekolah terutama kesiapan sekolah sendiri dalam menyiapkan semua sarana dan prasarana yang menjamin terlaksananya protokol Kesehatan sesuai regulasi dari pusat, propinsi dan dinas," ujar Vinsensius kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (16/7/2020).

Jalan Menuju Desa Bangka Kenda, Manggarai Mulai Rusak

Selain itu kata Kadis Vinsensius, yang kedua ijinan dari orang tua dan yang ketiga ijinan gugus tugas Kabupaten Ngada.

Ia mengatakan sampai saat ini yang paling dianjurkan adalah KBM online namun harus diperhatikan adalah tidak semua siswa memiliki perangkat atau sarana pembelajaran online.

Bupati Don Minta Camat dan Kades Bantu Warga Miskin Agar Keluar dari Kemiskinan

Sehingga bisa dilakukan offline tergantung sekolah yang bersangkutan dan harus memperhatikan protokol kesehatan.

"Kalau online bisa dan sangat dianjurkan tetapi kondisi riil di lapangan tidak semua anak memiliki android. Jadi bisa kombinasi online dan offline serta metode pembelajaran lain. Pilihannya sangat tergantung pada kesiapan sekolah," paparnya.

Ia menyebutkan jumlah SMK dan SMA di Kabupaten Ngada ada 30 sekolah (termasuk SMAN LB) yaitu, SMA Negeri 10 sekolah, SMA swasta 7 sekolah, SMK Negeri ada 4 sekolah dan SMK swasta ada 9 sekolah, total keseluruhan ada 30 sekolah dan SMP 68 dan SD 175 sekolah.

Ia mengatakan dinas pendidikan tengah melakukan penyusunan juknis pembelajaran dimasa pendemi Covid -19 lalu melakukan koordinasi berjenjang ke pengawas dan koordinator wilayah kecamatan.

Hal itu dilakukan untuk mempersiapkan sekolah-sekolah agar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dimasa masa new normal ini dengan berbgai model pendekatan pembelajaran. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved