Breaking News:

Usai Webinar, FAN NTT Ajak Pemerintah Kota Kupang Kerja Sama

Academia NTT (FAN) ajak Pemerintah kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk bersama-sama menuju Pooled q-PCR Test.

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar rapat bersama Forum Academia NTT (FAN) di ruang rapat Dinas Kesehatan, Senin (13/7). 

Usai WEBINAR, FAN NTT Ajak Pemerintah Kota Kupang Kerja Sama

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Usai menggelar WEBINAR yang diprakarsai oleh Etnis Tionghoa Kupang, Forum Academia NTT (FAN) ajak Pemerintah kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk bersama-sama menuju Pooled q-PCR Test. 

Ketua tim pooled test FAN, Dr Fima Inabuy, Dr Dominggus Elcid Li dan jajaran lainnya hadir dalam rapat yang digelar Dinas Kesehatan Kota Kupang di ruang rapat kantor tersebut, Senin (13/7).

Dr Firma Inabuy mengatakan yang menjadi inti dari diskusi ini bagaimana Dinas Kesehatan memberikan ruang untuk bekerja sama dengan FAN. Apakah untuk mengamankan daerah yang masih hijau, atau membantu tenaga medis yang ada di Puskesmas untuk mengambil swab. 

"Selain itu bagaimana sosialisasi di masyarakat, karena setiap orang tentu dengan tingkat pemahaman yang berbeda. Kami berupaya untuk cepat dalam pengadaan laboratorium q-PCR ini, skenario yang paling optimis mungkin lamanya sekitar tiga minggu," tuturnya.

Ia mengatakan untuk alat, bahan kimia dan laboratorium masih dalam persiapan. Prinsipnya FAN akan mengambil tes per area dan akan dibawa ke Laboratorium dan diolah dengan cara kelompok. 

Katanya, swab ini akan dimasukan dalam satu kelompok. Misalnya 50 swab akan dimasukan sekaligus dan ditambahkan bahan kimia lalu akan mendapatkan hasilnya. "Jadi akan lebih hemat waktu dan tenaga juga dapat mengecek dalam jumlah yang banyak," katanya. 

Dikatakannya, waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil itu hanya membutuhkan tiga sampai empat jam saja sehingga tidak memakan waktu yang lama. 

"Jadi setelah satu daerah itu diambil swab semua masyarakatnya, maka daerah itu harus ditutup sementara. Sembari mencari siapa yang positif, mungkin tiga sampai lima hari. Sifatnya adalah untuk memproteksi. Agar semua masyarakat bisa merasa aman dan dapat dilakukan secara cepat, untuk memastikan setiap orang bebas atau ada virus di dalam tubuhnya.

Rapat ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg Retnowati, didampingi Kepala Bidang P2P, Sri Wahyuningsi. 

Sri Wahyuningsih menanggapi, hal ini tentu membutuhkan banyak tenaga terutama dalam sosialisasi. Karena tidak semua orang mau mengikuti tes swab. 

Apresiasi Erick Thohir Petugas KRL Kembalikan Rp 500 Juta, Berharap Jadi Contoh bagi Pimpinan BUMN

Bisnis Merangkai Bunga Hidup, Nekat Kursus Puluhan Juta

"Karena Kota Kupang terdiri dari berbagai ragam jenis orang dengan berbagai pemikirannya masing-masing. Bagaimana kita meyakinkan mereka semua bahwa tes swab ini sangat penting untuk dilakukan, untuk menjamin bahwa orang tersebut bebas dari paparan virus atau tidak. Para perangkat pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat, camat dan lurah harus dibekali dengan baik, agar dapat meyakinkan kepada warganya," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved