Bisnis Merangkai Bunga Hidup, Nekat Kursus Puluhan Juta
Usai kursus, ia pun mulai ketagihan membeli bunga-bunga hidup. Namun, beberapa bunga seringkali layu dan kering tanpa sekalipun digunakan.
Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Rosalina Woso
Bisnis Merangkai Bunga Hidup, Nekat Kursus Puluhan Juta
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Berawal dari bisnis bunga kertas bersama sang suami, Martha Darmawan (40) owner Mizz Florist mencoba merangkai bunga hidup. Guna mengikuti perkembangan zaman dimana banyak kompetitor mencoba bunga hidup, ia pun memantapkan hati mencoba bunga hidup. Karena tak memiliki keahlian dasar merangkai bunga, Martha pun mengorek tabungan guna mengambil kursus merangkai bunga di Jakarta.
"Jadi, kalau modal awal itu sebenarnya habis di investasi untuk kursus, mulai dari biaya kursus ditambah transportasi dan lainnya. Hampir Rp20-an juta," kata Martha kepada POS-KUPANG.COM, Senin (13/7/2020).
Karena tak bisa mengambil kursus layaknya peserta kursus lain, ia rela menghabiskan waktu seminggu di Jakarta untuk mengambil kursus rutin dasar merangkai bunga. Ia tak ingin merangkai bunga hanya karena belajar otodidak melalui internet. Usai kursus, ia pun mulai ketagihan membeli bunga-bunga hidup. Namun, beberapa bunga seringkali layu dan kering tanpa sekalipun digunakan.
"Seringkali bunga itu layu dan terbuang. Mungkin karena awalnya belum tahu cara merawat bunga, juga belum ada tempat untuk simpan bunga. Jadi simpan saja di ember," katanya sambil tersenyum.
Namun, ia terus berusaha meningkatkan kemampuan merangkai bunga. Karena ilmu merangkai bunga ia dapatkan selama kursus, ia pun menjadi lebih telaten dan tak asal merangkai bunga hidup. "Saya tidak mau merangkai bunga jelek. Saya maunya merangkai rapi dan indah," ungkap Martha percaya diri.
Kini, Mizz Florist yang beralamat di Jalan Prof Dr W Z Johannes Kupang (berhadapan dengan kamar mayat RS Johannes) itu menyediakan bunga lokal dan bunga impor. Ada mawar, lili, aster, dan jenis bunga lain. Beberapa model rangkaian bunga yang bisa dibuat antara lain hand-bouquet, wedding-bouquet, bunga vas, bunga standing, bunga salib, dan bunga papan.
Harga paling rendah yang ia tawarkan ialah Rp150.000 untuk bunga jenis hand-bouquet. Sedangkan bunga vas dimulai dari Rp500.000.
"Rata-rata lebih banyak hand-bouquet. Kalau bunga vas mungkin karena lebih mahal. Tapi, saya pernah buat untuk bunga vas itu dibeli dengan Rp1,8 juta," terangnya.
Menurutnya, keuntungan yang ia peroleh sekitar lima hingga enam juta per bulan. Ia juga sering merugi karena bunga yang ia desain ternyata tak sesuai dengan harga yang dipesan, ditambah lagi banyak bunga yang ia pesan tak terpakai karena keburu layu.
Meski demikian, ia tak menyesal. Ia selalu menikmati setiap proses merangkai bunga yang ia jalani.
Kini, ia sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Jika ramai, ia sehari bisa melayani lima pelanggan. Pesanan bunga di tempatnya tak hanya dari dalam kota. Bahkan, bunganya pernah dipesan untuk pernikahan di Bajawa.
Tentu saja, perlakuan terhadap bunga hidup berbeda dengan bunga kertas. Ia pun tak pernah merangkai bunga di malam hari atau jauh-jauh hari. Ia selalu merangkai bunga tiga atau empat jam sebelum bunga diambil oleh pemesan bunga agar bunga tetap segar ketika diambil.
• Saat Pembekalan KKN, Bupati Robby Hibur Mahasiswa dengan Lagu Rumah Kita
• Kemudahan Layanan Rapid Test Covid-19 Lion Air Group di Kupang
• KBM Hanya Berlangsung 180 Menit
"Yang membedakan saya dengan florist lain itu ya saya kursus. Saya memang suka bunga. Jadi saya harus belajar untuk tahu bagaimana merangkai bunga dan memperlakukan bunga," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jenis-rangkaian-bunga-hidup-di-mizz-florist-di-jalan-prof-dr-w-z-johannes-kupang.jpg)