Dampak Covid-19, Pemkab Mabar Kehilangan Rp 5 Milyar Dari Sektor Pariwisata

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kehilangan pendapatan sebesar Rp 5 milyar dari sektor pariwisata karena terdampak Covid-19.

POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Rinus (tengah), saat berbicara dalam diskusi bertajuk "Pelaku Pariwisata Berbicara", yang digelar di Hotel Flamingo Avia Bajo, Kamis (9/7/2020). 

Dampak Covid-19, Pemkab Mabar Kehilangan Rp 5 Milyar Dari Sektor Pariwisata

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) kehilangan pendapatan sebesar Rp 5 milyar dari sektor pariwisata karena terdampak Covid-19.

"Kami telah melakukan survei dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata Mabar, hasil survei menunjukkan, kita mengalami kerugian Rp 5 milyar dalam waktu 2 bulan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Rinus dalam diskusi bertajuk "Pelaku Pariwisata Berbicara", yang digelar di Hotel Flamingo Avia Bajo, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, aktivitas pariwisata harus segera dibuka, karena jika tidak dibuka dalam kurun waktu 3 bulan ke depan, maka akan menimbulkan dampak yang buruk yakni pelaku pariwisata akan kolaps.

"Pekerjaan para pelaku pariwisata bergeser le sektor pertanian bahkan ojek," jelasnya.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan sejumlah ketua asosiasi agar melahirkan kebijakan yang dapat membantu masyarakat dan para pelaku usaha.

Salah satu kebijakan yang telah diambil adalah melahirkan peraturan Bupati Manggarai Barat untuk membebaskan pajak hotel dan restoran selama 5 bulan sejak Maret hingga Juli 2020.

Hal ini dilakukan agar memberikan stimulus bagi para pelaku pariwisata dan pengusaha jasa restoran.

Selain itu, Pemkab Mabar sudah melahirkan produk hukum terkait protokol tatanan baru sektor pariwisata.

Selain keputusan bupati nomor 128/kep/2020 yang intinya mengatur seluruh protokol kesehatan dari setiap asosiasi yang bertujuan meyakinkan para wisatawan nusantara dan mancanegara bahwa pemda sudah berkomitmen menerapkan protokol kesehatan dan memberikan image pariwisata Mabar bahwa Pemda sudah siap dalam tatanan new normal.

Selanjutnya, destinasi wisata di luar Taman Nasional Komodo (TNK) telah dibuka kembali dan pihaknya pun telah melakukan rapid tes terhadap para petugas di destinasi wisata.

Agustinus Rinus Paparkan Booking Online

Dinas Pendidikan Bangun Kembali Mes Guru yang Terbakar dari Hasil Patungan

BTNK Terapkan Sistem Booking Online, Ini Komentar Ketua Askawi Kabupaten Mabar

Hal tersebut, lanjut dia, merupakan langkah agar meyakinkan semua pihak bahwa Kabupaten Mabar siap menjalani new normal dan berkomitmen untuk meningkatkan pariwisata di daerah tersebut.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved