Agustinus Rinus Paparkan Booking Online

76 persen aktivitas pariwisata di kabupaten itu berada di dalam TNK, artinya tingkat ketergantungan terhadap TNK

POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Rinus (tengah), saat berbicara dalam diskusi bertajuk "Pelaku Pariwisata Berbicara", yang digelar di Hotel Flamingo Avia Bajo, Kamis (9/7/2020). 

Agustinus Rinus Paparkan Booking Online

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Rinus, memaparkan booking online dalam diskusi bertajuk "Pelaku Pariwisata Berbicara", yang digelar di Hotel Flamingo Avia Bajo, Kamis (9/7/2020).

Diskusi yang diselenggarakan oleh Insan Pariwisata Indonesia (IPI) DPD NTT itu menghadirkan juga Kepala BTNK, Lukita Awang, Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, Ketua Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Kabupaten Manggarai Barat, Ahyar Abadi, Ketua Insan Pariwisata Indonesia (IPI) DPD NTT, Rafael Todobela, Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Sebastian Pandang, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Cabang Manggarai Barat (Mabar), Silvester Wanggel dan perwakilan ASITA dan para pelaku pariwisata lainnya.

Menurut Agustinus Rinus, booking online yang menjadi topik diskusi saat itu merupakan booking online terpadu, baik di TNK maupun destinasi wisata di luar TNK dan tidak ada penjualan paket oleh pemerintah daerah dan BTNK.

"Tujuan lainnya memberikan ruang yang cukup bagi tour agent dan tour operator yang ada di Mabar," katanya.

Hasil survei yang dilakukan, lanjut Agustinus,, menunjukkan wisatawan yang datang datang di Tahun 2019, datang dari tour agent dan tour operator yang berada di Jakarta dan Bali.

"Sekarang saya tidak mau, yang nanti melakukan booking online bukan wisatawan, tapi adalah tour agent dan tour operator yang terdaftar di Kabupaten Mabar," tegasnya.

Menurutnya, tour agent dan tour operator harus didudukkan dalam posisi yang strategis.

"Jadi kami dorong tour agent dan tour operator yang memiliki izin dan terdaftar di Mabar. Kalau ada yang dari luar silahkan lakukan afiliasi," katanya.

"Jangan sampai kita pemilik negeri ini menjadi penonton di negeri kita sendiri, kita harus memberikan ruang seluas-luasnya kepada kita," tegasnya.

Selanjutnya, booking online dimaksudkan untuk pemerataan carryng capasity di luar kawasan TNK.

Diakuinya, hasil analisis dan data yang dihimpun, 76 persen aktivitas pariwisata di kabupaten itu berada di dalam TNK, artinya tingkat ketergantungan terhadap TNK sangat tinggi.

Melalui booking online, akan didapat juga data yang akurat.

Dinas Pendidikan Bangun Kembali Mes Guru yang Terbakar dari Hasil Patungan

BTNK Terapkan Sistem Booking Online, Ini Komentar Ketua Askawi Kabupaten Mabar

Pelaku Pariwisata di Mabar Tolak Booking Online Masuk TNK

"Sehingga wisatawan terdata dengan baik, data ini sangat penting, karena selama ini belum terdata dengan baik dengan booking online kita harapkan itu," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved