BTNK Terapkan Sistem Booking Online, Ini Komentar Ketua Askawi Kabupaten Mabar

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menerapkan booking online untuk masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

POS-KUPANG.COM/GECIO VIANA
Ketua Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Kabupaten Manggarai Barat, Ahyar Abadi 

BTNK Terapkan Sistem Booking Online, Ini Komentar Ketua Askawi Kabupaten Mabar

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO -- Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menerapkan booking online untuk masuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Kapal Wisata (Askawi) Kabupaten Manggarai Barat, Ahyar Abadi mempertanyakan, mengapa hanya 5 kapal yang diizinkan dalam fase pertama untuk mendaftar secara online di 4 spot pariwisata di TNK.

Sedangkan, lanjut dia, kapal wisata saat ini yang beroperasi berjumlah sekitar 480an kapal dan yang sudah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar sekitar 362 kapal.

"Dari 362 kapal wisata ini, apa indikator hanya 5 kapal saja yang bisa diberikan kesempatan," ungkapnya dalam sesi diskusi bertajuk "Pelaku Pariwisata Berbicara", yang digelar di Hotel Flamingo Avia Bajo, Kamis (9/7/2020).

Ahyar juga mengaku kaget dengan penerapan booking online dalam masa new normal pasca pandemi Covid-19. Setelah dicari tahu, ternyata booking online merupakan sistem berbeda dengan carryng capasity yang selama ini telah diterapkan.

"Kami sempat diskusi apakah ini seperti carryng capasity sama dengan booking online, ternyata berbeda, kalau carryng capasity, kapal-kapal masih bisa melakukan perjalanan wisata ketika tidak masuk Taka Makasar atau batu bolong, tidak harus melakukan booking online," katanya.

Selain itu, pihaknya pun menanyakan kepada Kepala BTNK, Lukita Awang, apakah ada rencana untuk pembatasan jumlah kapal yang masuk ke area TNK.

"Apakah ada planning dari BTNK mengingat jumlah kapal wisata di Labuan Bajo ini semakin bertambah. Apakah ada planning untuk membatasi jumlah kapal di BTNK, artinya maksimal kapal wisata itu ada berapa. Sekarang kita ada di angka 400 lebih, apakah sampai 500 kita stop dan tidak ada yang masuk di area TNK atau Manggarai Barat," jelasnya.

Selain itu, Ahyar juga selama ini mendukung carryng capasity karena sangat mendukung pelestarian lingkungan dan destinasi wisata di area TNK.

Pelaku Pariwisata di Mabar Tolak Booking Online Masuk TNK

Anggaran Tanam Pohon Rp 3 M, Progresnya Capai 40 Persen

Terkait Kerusakan Puskesmas Siso, Yusuf : Kita Dorong Diproses Hukum

"Dari 480an kapal yang ada, sudah terdaftar di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar ada 362 kapal, kalau 362 kapal ini dalam satu hari ada 150 masuk Taka Makasar, maka dalam 1 bulan Taka Makasar akan hancur, akan tetapi karena adanya carring capasity ini, untuk meminimalisir. Kami mendukung, sehingga bukan hanya 2 spot tapi 4 spot. Karena tujuannya untuk menjaga atau melestarikan tempat wisata laut yang akam kami kunjungi," katanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Assale Viana)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved