Presiden Tegur Menteri Namun Belum Ada Reshuffle
PANDEMI Covid-19 telah mengubah secara drastis ritme kerja dan kegiatan Wakil Presiden ( Wapres) KH Ma'ruf Amin
POS-KUPANG.COM - PANDEMI Covid-19 telah mengubah secara drastis ritme kerja dan kegiatan Wakil Presiden ( Wapres) KH Ma'ruf Amin. Ia bahkan selama empat bulan tidak melakukan kegiatan di luar rumah dinas.
Sebelum masa pandemi Covid-19, KH Ma'ruf selalu mendampingi secara fisik Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet di Istana Bogor atau Kompleks Istana Presiden di Jakarta.
"Sejak pandemi Covid-19, saya mengikuti rapat kabinet secara virtual. Sebelumnya tidak pernah rapat kabinet dilakukansecara virtual," ujar Wapres KH Ma'ruf Amin dalam wawancara eksklusif di rumah dinas Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta, Jumat (9/7/2020).
• Kondisi Jalan Menuju Wae Nggorang Rusak Berat
Wapres baru melakukan kegiatan di luar rumah dinas pada Rabu (8/7), yaitu melakukan kunjungan kerja ke Kota Sukabumi, Jawa Barat. Di wilayah yang dikategorikan zona hijau tersebut Ma'ruf mendatangi SMA 4 untuk melihat persiapan kegiatan belajar mengajar di era new normal.
Berikut ini petikan wawancara eksklusif tim Tribun Network dengan Ma'ruf Amin mengenai berbagai hal terkait posisinya sebagai pendamping Presiden Joko Widodo di masa sulit akibat pandemi Covid-19.
Saat ini seluruh dunia dilanda pandemi Covid-19, apa saja perubahan yang Anda alami sejak Maret 2020?
Sebagai wakil presiden tentu di dalam menjalankan tugas kenegaraan, sering mengikuti sidang kabinet di Istana Bogor maupun di Istana Jakarta. Namun selama pandemi itu saya mengikuti sidang kabinet melalui video conference, melalui online.
Sebelumnya tidak pernah ada, selalu tatap muka secara fisik. Itu kebiasaan baru. Kedua, tidak lagi ada kunjungan secara fisik. Saya memonitor laporan-laporan dari berbagai daerah melalui online, misalnya dari para gubernur.
Selama empat bulan juga saya tidak keluar rumah. Sebelum saya lama tinggal di rumah, saya sempat berkunjung ke Gugus Tugas Covid-19, di kantor Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), untuk melihat bagaimana persiapan menghadapi Covid-19.
Di tempat itu saya berdiskusi dan memberikan pengarahan-pengarahan supaya penanganannya lebih efektif. Kalau dulu saya kadang-kadang mengunjungi pesantren saya, namun selama empat bulan belakangan sama sekali tidak.
Hari Rabu (8/7), sudah melakukan kunjungan fisik ke Sukabumi?
Itu untuk pertama kali, karena katanya Sukabumi sudah kawasan hijau, maka lihat pembukaan sekolahnya seperti apa, kemudian persiapannya seperti apa, dan inovasi-inovasinya seperti apa. Selain memakai masker, face shield, juga ada kotak plastik di setiap meja siswa itu. Selain itu siswanya dibagi menjadi tiga shift.
Pembagian tiga shift itu untuk menjaga jarak fisik. Inovasinya bagus. Jadi ada dalam kotak plastik tiga lapis.
Saya juga berdiskusi dengan pemerintahan daerah setempat bagaimana bisa membuat daerah itu hijau, ternyata mereka basis penanganannya itu di tingkat kelurahan.
Kemudian saya ke pesantren, bagaimana pesantren bersiap untuk menerima santrinya.
Ada program membantu mereka, berupa dana Rp 2,6 triliun untuk membantu pesantren.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/wapres-maruf-amin.jpg)