Melissa Aryani Akui PindahAgama Bukan Karena Choki Sitohang,Kristen Sebelum Kenal Sang Presenter
Ia bahkan sudah ada di persekuan tersebut selama dua setengah tahun sebelum berkenalan dengan Choki Sitohang
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Melissa Aryani Akui PindahAgama Bukan Karena Choki Sitohang,Kristen Sebelum Kenal Sang Presenter
POS KUPANG.COM -- Tidak mudah menjalani kehidupan saat awal Melissa Aryani meninggalkan agama lamanya dan memeluk keyakinan baru
Mantan pramugari ini sampai sempat disuruh meninggalkan rumah oleh kedua orangtuanya.
Wanita cantik ini juga mengaku bahwaka keinginan memeluk Kristen bukan karena mengikuti keyakinan sang Suami Choky Sitohang. Ia malah sudah memeluk Kristen sebelum mengenal sang presenter
Diikutip dari chanel Youtube Pujian Penyembahan, Melissa Aryani mengenal Choki Sitohang pertama kali di tempat persekutuan yang biasa mengumpulkan anak-anak muda untuk melakukan pelayanan doa
• PNS Cantik Tewas Diduga Korban Aborsi, Pria Beristri Diduga Ikut Andil Guru Lulusan CPNS 2019 ini
• Cie Cie, Baru Janda,Laudya Cynthia Bella Sudah Lirik Sana Sini,Tatapan ke Dimas Beck Jadi Perhatian
• PDIP Copot Rieke Diah Pitaloka dari Pimpinan Baleg DPR, Mantan JenderalIni ini Mengantikan Oneng
• Susi Pudjiastuti Kritik Pemerintah Soal Lobster,DPR Sebut Jangan Ikut Campur,Said Didu Balas Menohok
Ia bahkan sudah ada di persekuan tersebut selama dua setengah tahun sebelum berkenalan dengan Choki Sitohang
Bahkan saat pertama kenalan, Choki juga tidak mengenal orangta wanita yang bakal menjadi istrinya
Namun, setelah perkenalan, semua menjadi lacar hingga mereka menikah
Hubungan Melissa Aryani dengan Ayah dan Ibunya
Perbedaan keyakinan dalam lingkungan bermasyarakat tak sepatutnya dipermasalahkan.
Meski setiap orang memeluk agama yang berbeda-beda, namun mereka masih rukun dan saling toleran.
Mereka hanya perlu menunjukkan toleransi antar umat beragama.
Manusia memiliki kebebasan untuk menentukan keyakinan yang akan mereka pilih.
Tak jarang mereka memilih berpindah keyakinan setelah menemukan kemantapan hati.
Sebagai individu, kita hanya bisa menghormati keputusan seseorang yang berpindah keyakinan tanpa harus menghakiminya.