GAWAT, Virus Corona Disebut Bisa Terbang Melalui Udara, Begini Penjelasan WHO
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) mengakui adanya bukti bahwa virus corona dapat disebarkan oleh partikel-partikel kecil yang melayang di udara.
GAWAT, Virus Corona Disebut Bisa Terbang Melalui Udara, Begini Penjelasan WHO
POS KUPANG.COM -- Pendemi virus corona di seluruh dunia hingga kini belum juga menunjukan tanda-tanda mereda.
Meskipun di sejumlah negara menunjukan pengurangan kasus virus yang disebut juga Covid-19 ini, namun di sejumlah negara lain justru mengalami peningkatan
Kasus virus corona di Indonesia juga menunjukan penikakatan, bahkan sejumlah daerah terus bertambah hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB terus diberlakukan meskupun dalam konsidi new normal
Bahasan terkait virus corona memang masih menjadi topik utama dalam pemberitaan ya Stylovers.
Salah satunya adalah kabar terbaru mengenai penyebaran virus corona, yang sedang ramai diperbincangkan baru-baru ini.

Di Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) mengakui adanya bukti bahwa virus corona dapat disebarkan oleh partikel-partikel kecil yang melayang di udara.
• Penyanyi Cantik Nikahi Pilot Tanpa Restu, Sudah 6 Tahun Tanpa Anak, Minta Suami Pilot Nikah Lagi
• Salmafina Sunan Sempat Bikin Heboh Isu Pindah Agama, Kini DM Peramal Tanta Nasib Pernikahannya
• Gisela Pakai Baju Kusut Malah Seperti Tak Memakai Celana, Natizen Dibikin Mikir Bukan-bukan
• Nyali China Ciut, Mundur Teratur dari Perbatasan Setelah India Borong Jet Tempur SU 35 dan F 35
• Ladies,Hindari Pria Ciri-ciri ini Pembawa Virus HPV, Bisa Terkena Kanker Serviks Seperti Julia Perez
Jika bukti tersebut sepenuhnya terkonfirmasi, tentunya akan memengaruhi protokol kesehatan untuk ruangan tertutup.
Sejauh ini, WHO baru sepenuhnya mengonfirmasi bahwa virus corona menular melalui droplet atau cipratan dari orang yang bersin atau batuk.
Seorang ahli kimia dari University of Colorado, Jose Jimenez, mengatakan pihaknya ingin sekali WHO mengonfirmasi bahwa virus corona dapat menular melalui partikel-partikel kecil yang melayang di udara.
"Ini jelas bukan serangan terhadap WHO, ini merupakan debat ilmiah. Tetapi kami merasa kami harus mengumumkan kepada publik karena WHO menolak bukti ini," kata Jimenez sebagaimana dilansir dari BBC, Selasa (7/7/2020).
Pemimpin Teknis WHO untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Benedetta Allegranzi, mengatakan bukti tersebut memang tidak dapat dikesampingkan.
Namun WHO juga memperingatkan bahwa bukti tersebut barulah temuan awal dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.
Pergeseran Paradigma? Selama berbulan-bulan, WHO berkukuh bahwa Covid-19 ditularkan melalui droplet atau cipratandari orang yang batuk atau bersin.
Droplet atau cipratan ini tidak terlalu lama berada di udara, namun langsung jatuh ke permukaan.