Breaking News:

Dinkes Malaka Gencar Lakukan Sosialisasi Implementasi Program STBM

kepala puskesmas juga sanitarian diharapkan saling kolaborasi dalam upaya menekan stunting di Malaka.

POS-KUPANG.COM/EDY HAYONG
Kegiatan sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 pilar oleh Dinkes Malaka di Hotel Cinta Damai, Rabu (8/7) 

Dinkes Malaka Gencar Lakukan Sosialisasi Implementasi  Program STBM

POS-KUPANG.COM I BETUN---Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui Dinas Kesehatan terus gencar melakukan sosialisasi terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Sosialisasi STBM 5 Pilar penting terkait  upaya penurunan stunting yang masih cukup tinggi di Malaka. Para kepala desa (kades), kepala puskesmas juga sanitarian diharapkan saling kolaborasi dalam upaya menekan stunting di Malaka.

Kepala Dinas Kesehatan Malaka,  drg. Paskalia Frida Fahik menyampaikan ini melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas), FerryFahik sebagai nara sumber pada kegiatan di Hotel Cinta Damai, Betun, Rabu (8/7).

Menurut Ferry, sosialisasi yang dilakukan ini lebih pada upaya bersama semua unsur menekan serendah mungkin persoalan stunting. Masalah stunting ini erat kaitannya dengan ketersediaan jamban sehat,  makanan bergizi.

"Stunting di Malaka memang masih tinggi. Makanya kita bersama Yayasan  Pijar Timur sepakati untuk deklarasi STBM. Di Malaka ada 22 desa dibawa pengawasan 9 puskesmas memang menjadi perhatian serius terkait stunting," kata Ferry.

Dirinya menambahkan, persoalan stunting erat kaitannya dengan ketersediaan jamban. Peran kepala desa memberikan penyadaran bagi warga untuk  Stop BAB disembarang tempat.

"Fokus perhatian kita bersama sekarang ada menyadarkan warga untuk siapkan jamban sehat.  Perhatian juga pada pengelolaan air minum di  tingkat rumah tangga, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah rumah tangga," ujarnya.

Dirinya berharap masing-masing pihak harus berbagi peran untuk percepatan perubahan  perilaku STBM. Upaya menekan stunting jangan dilihat sebagai peran Dinas Kesehatan semata.

"Ada 22 desa menjadi locus stunting karena ada potensi tinggi sehingga perlu penanganan segera.
Pesan saya, kuncinya ada di jangan BAB sembarangan. Saya juga harapkan tugas sanitarian saat ke desa jangan cuma lihat fisik semata tapi harus sampaikan manfaat Jamban," pesan Ferry.

Halaman
123
Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved