Breaking News:

News

Abrasi Ancam Pesisir Palue, Merusak Jalan Raya dan Perahu Nelayan, Manto: Pemkab Sikka Segera Atasi

Abrasi di Pesisir Pantai Palue tepatnya di Desa Malariwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka sudah sepekan terakhir merusak badan jalan

Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
ISTIMEWA
ABRASI PALUE-Abrasi pantai di Pulau Palue, Sikka 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Aris Ninu

POS KUPANG, COM, MAUMERE -Abrasi di Pesisir Pantai Palue tepatnya di Desa Malariwu, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka sudah sepekan terakhir merusak badan jalan dan perahu nelayan yang sedang berlabuh di pantai.

Kerusakkan jalan akibat gelombang ganas di Palue mulai mengkuatirkan warga. Video dan foto warga Palue yang dikirim kepada Pos Kupang di Maumere, Senin (6/7) siang, tampak pesisir pantai diporakporandakan gelombang pasang.

Bahkan sampai saat ini gelombang masih menghantam turap pengaman dan air masuk sampai ke jalan. Dalam video amatir itu, warga minta Pemkab Sikka bisa turun ke Palue mengatasi abrasi di Desa Malariwu.

"Kami minta pemerintah kecamatan dan BPBD Sikka turun tangan karena abrasi mulai mengancam warga selama satu pekan terakhir," ujar warga.

Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karmianto Eri alias Manto meminta Pemkab Sikka melalui BPBD Sikka segera menurunkan tim ke Pulau Palue.

Saat ini warga sedang mengeluh terkait abrasi pantai di Desa Malariwu, Kecamatan Palue yang sudah merusak badan jalan.
Bahkan, nelayan tidak bisa menambatkan perahunya di pesisir pantai usai melaut.

"Saya minta pemerintah segera atasi abrasi di Palue. Pemerintah harus turun melakukan survey agar membuat perencanaan mengatasi abrasi di Palue," kata Manto di Maumere, Selasa (7/7) pagi.

Ia menjelaskan, pemerintah kecamatan pun harus membuat laporan kerusakkan abrasi agar dikirim ke BPBD Sikka. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved