Sabtu, 2 Mei 2026

Viral Isu Ahok Ganti Erick Thohir Jadi Menteri BUMN, Ini Komentar Stafsus Presiden Arya Sinulingga

Kabar yang beredar di sejumlah media tentang ayah dari Nicholas Sean Purnama menjadi Menteri BUMN ditanggapi Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
today.co.id
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 

Viral Isu Ahok Ganti Erick Thohir Jadi Menteri BUMN, Begini Komentar Staf Khusus Presiden Arya Sinulingga

POS-KUPANG.COM - Kini sedang beredar di media sosial kabar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menjadi Menteri BUMN menggantikan Erick Thohir.

Kabar yang beredar di sejumlah media tentang ayah dari Nicholas Sean Purnama menjadi Menteri BUMN langsung ditanggapi Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga.

Arya membantah kabar Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bakal didapuk menjadi Menteri BUMN.

Dilansir tayangan YouTube KompasTV, Sabtu (4/7/2020), Arya Sinulingga dengan tegas membantah kabar yang sempat viral di media sosial tersebut.

Diketahui, isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju saat ini hangat diperbincangkan menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak puas dengan kinerja menteri dalam menghadapi Covid-19.

Arya mengatakan kabar tersebut sepenuhnya adalah hoaks.

Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018).
Arya Sinulingga di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Dirinya menegaskan, posisi Menteri BUMN saat ini masih dijabat oleh Erick Thohir.

"Semua itu masih hoaks sepanjang belum kejadian. Gitu aja jawabannya. Kami sih soal itu, kami serahkan ke Jokowi sebagai Presiden" ujarnya seperti dikutip TribunJakarta.com.

"Jokowi yang akan menentukan. Kalau ada yang isu-isu, kita sih santai aja ya," imbuh dia.

Menurutnya, pergantian para menteri ini adalah hak prerogatif dari presiden.

Sepanjang belum terjadi reshuffle, Arya mengatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks.

"Kalau menteri kan hak prerogatif Presiden, tapi sepanjang itu belum kejadian kan masih hoaks", jelas Arya.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia juga menepis isu tersebut.

Di dalam laman resminya, Kominfo menjelaskan bahwa isu tersebut adalah salah.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved