Betah di Simpang Lima Ende Puluhan Muda-mudi Dibubarkan Satpol PP
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) membubarkan puluhan muda-mudi yang bersantai di Taman Simpang Lima Ende
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Anggota Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) membubarkan puluhan muda-mudi yang bersantai di Taman Simpang Lima Ende, Sabtu (4/6/2020) malam.
Pasalnya, di Kabupaten Ende masih ada pemberlakuan jam akibat pandemi Covid-19. Pantauan POS-KUPANG.COM, muda-mudi ini tampak duduk santai di pelataran tugu pancasila, meski sudah pukul 22.00 Wita.
Saat anggota Satpol PP tiba, muda-mudi tampak cuek-cuek saja, saat diperintahkan pulang pun mereka masih enggan beranjak. Namun setelah beberapa anggota mulai mendekati mereka, mereka bergegas bangun.
• Wabup Luan Minta Masyarakat Belu Disiplin Terapkan Protokol Covid-19
Tidak hanya itu para anggota Satpol PP juga menegur agar muda-mudi tersebut mengenakan masker. "Ayo pulang-pulang, mana masker, pakai masker," perintah salah satu anggota Satpol PP.
Sebelumnya, sejak pukul 19.00 Wita Taman Simpang Lima sangat ramai, setelah air mancur ditutup, Warga mulai berkurang. Namun muda-mudi yang dipaksa pulang Satpol PP masih duduk santai hingga pukul 22.00 Wita.
• Air Terjun Cuncang Wae Jati Manggarai Barat Objek Wisata Baru Dalam Kota Labuan Bajo
Taman Simpang Lima Kota Ende memang kian digandrungi warga. Banyak warga tua-muda datang bersantai dan berfotoria di Taman Simpang Lima. Apalagi malam minggu, jalanan sampai macet.
Salah satu daya tarik di Simpang Lima yakni atraksi air mancur yang diberi sentuhan cahaya berwarna-warnij. Lokasinya persis di tengah perlimaan. Dari arah barat di belakang air mancur, terpampang jelas tulisan 'ENDE'.
Warga dari luar Kabupaten Ende sering menjadikan tulisan itu sebagai latar belakang foto, saat datang berkunjung ke Simpang Lima.
Sementara itu di sebelah timur, ada monumen pancasila dan di kedua sisinya ada jembatan menanjak yang kemudian kian mengerucut lalu menyatu, mengarah ke air mancur.
Bentuk jembatan tersebut tampak seperti pesawat yang hendak takeoff, moncongnya lebih tinggi dari air mancur. Di sinilah tempat favorit warga berfotoria dengan latar belakang air mancur warna-warni.
Orangtua yang datang membawa anak mereka biasanya memilih bersantai di pelataran monumen pancasila ini karena lebih pelatarannya cukup luas.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Sabtu (4/6/2020) sejak pukul 19.00 Wita malam Taman Simpang Lima sangat ramai membuat jalanan sempat macet.
Novy Meha kepada POS-KUPANG.COM mengatakan, Taman Simpang Lima sangat bagus dan menjadi pilihannya untuk foto-foto dan mengusir penat.
"Yah dengan kesibukan belajar dan lain-lain tentu kita butuh hiburan. Karena tempat ini bagus, jadi saya dan teman-teman datang bersantai dan foto-foto di sini," ungkap mahasiswi Universitas Flores (Unflor) ini.
Menurutnya tidak setiap malam air mancur dihidupkan, hanya pada malam tertentu saja, misalnya malam minggu. Dia katakan inilah yang membuat warga penasaran dan tidak bosan datang ke Simpang Lima.
Sementara itu Yunita mengaku betah bersantai di Simpang Lima. Menurutnya suasana di Simpang Lima sangat menghibur. "Ada suara musik, air mancur, orang-orang tertawa gembira, enak lah dilihat," ungkapnya.
Warga Keluhkan Tempat Parkir
Sejumlah warga kepada POS-KUPANG.COM mengaku mereka senang dengan keberadaan Taman Simpang Lima, namun mereka mengeluhkan tidak ada tempat parkir.
Warga memarkir kendaraan mereka di pinggir-pinggir jalan kemudian bisa menimbulkan kemacetan.
"Kira-kira bagaiamana e tempat parkir ini, mungkin bisa dipikirkan pemerintah, bagaimana aturnya tapi kalau kita lihat memang hampir tidak ada tanah kosong, tapi itu pemerintah yang aturlah," ungkap Dion salah seorang pengunjung.
Menurutnya, tempat-tempat santai atau taman perlu diperbanyak di Kota Ende, namun perlu disiapkan juga lokasi parkir, sehingga ada pemasukan untuk Pemda Ende. 'Yah tidak semua harus begitu, kan satu dua tempat kan lumayan," ungkapnya.
Dia menambahkan ke depan jika Pemda Ende hendak bangun lagi taman sebaiknya dirancang pula lokasi untuk kuliner, sehingga warga terutama pedagang juga bisa kena dampak ekonomi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)