Info Kesehatan
Bagi Anda penderita Diabetes, Kenali 4 Komplikasi dan Cara Mencegahnya
para penderita diabetes penting untuk selalu rutin memantau dan enjaga kadar gula darah agar tetap normal.
* Polifagia atau nafsu makan meningkat
* Kelelahan yang parah (fatigue)
* Pandangan kabur
Apabila diketahui dengan cepat, hiperglikemia dapat dicegah tidak menjadi parah.
Hipergikemia sendiri dapat memperburuk gangguan-gangguan kesehatan seperti gastroparesis, disfungsi ereksi, dan infeksi jamur pada vagina.
Hiperglikemia yang berlangsung lama dapat berkembang menjadi keadaan metabolisme yang berbahaya, antara lain Diabetic ketoacidosis (DKA) dan Hyperglycemic hyperosmolar syndrome (HHS), yang keduanya dapat berakibat fatal dan membawa kematian.
Cara mencegah terjadinya hiperglikemia pada penderita tidak lain dengan melakukan kontrol kadar gula darah secara ketat.
3. Komplikasi makrovaskular
Tiga jenis komplikasi makrovaskular yang umum berkembang pada penderita diabetes adalah penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah otak, dan penyakit pembuluh darah perifer.
Meski komplikasi makrovaskular dapat juga terjadi pada DM tipe 1, namun yang lebih sering merasakan komplikasi ini adalah para penderita DM tipe 2 yang umumnya menderita hipertensi, dislipidemia, dan atau kegemukan.
Kombinasi dari penyakit-penyakit komplikasi makrovaskular dikenal dengan berbagai nama, antara lain Syndrome X, Cardiac Dysmetabolic Syndrome, Hyperinsulinemic Syndrome, atau Insulin Resistance Syndrome.
Karena penyakit-penyakit jantung sangat besar risikonya pada penderita diabetes, maka pencegahan komplikasi terhadap jantung sangat penting dilakukan, termasuk pengendalian tekanan darah, kadar kolesterol, dan lipid darah.
Penderita diabetes sebaiknya selalu menjaga tekanan darahnya tidak lebih dari 130/80 mm Hg.
Untuk itu penderita harus dengan sadar mengatur gaya hidupnya, termasuk:
* Mengupayakan berat badan ideal
* Diet dengan gizi seimbang
* Berolah raga secara teratur
* Tidak merokok
* Mengurangi stres
4. Komplikasi mikrovaskular
Komplikasi mikrovaskular terutama terjadi pada penderita diabetes tipe 1.
Hiperglikemia yang persisten dan pembentukan protein yang terglikasi (termasuk HbA1c) menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi makin lemah dan rapuh dan terjadi penyumbatan pada pembuluh-pembuluh darah kecil.
Hal inilah yang mendorong timbulnya komplikasi-komplikasi mikrovaskuler, antara lain:
* Retinopati, yakni kerusakan mata, khususnya retina, yang mengganggu penglihatan hingga menyebabkan kebutaan
* Nefropati atau kerusakan atau penyakit ginjal
* Neuropati atau kerusakan saraf
Selain karena kondisi hiperglikemia, ketiga komplikasi ini juga dipengaruhi oleh faktor genetik.
Oleh sebab itu, dapat terjadi dua orang yang memiliki kondisi hiperglikemia sama, tetapi berbeda risiko komplikasi mikrovaskularnya.
Namun demikian, faktor terkuat untuk perkembangan komplikasi mikrovaskular tetap lama (durasi) dan tingkat keparahan diabetes.
• Jadwal Acara TV Hari ini Kamis 2 Juli 2020, Bioskop Trans TV, K Movie Trans 7 GTV SCTV MNC TV NET TV
• Anda Suka Minum Teh ? Ini Saat yang Tepat untuk Minum Teh Hijau Jika Sedang Diet
Satu-satunya cara yang signifikan untuk mencegah atau memperlambat jalan perkembangan komplikasi mikrovaskular adalah dengan pengendalian kadar gula darah yang ketat.
Pengendalian intensif dengan menggunakan suntikan insulin multi-dosis atau dengan pompa insulin yang disertai dengan monitoring kadar gula darah mandiri dilaporkan dapat menurunkan risiko timbulnya komplikasi mikrovaskular sampai 60 persen. (*))
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Komplikasi Diabetes dan Cara Mencegahnya
Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Ketahui 4 Komplikasi Diabetes dan Cara Mencegahnya, https://bangka.tribunnews.com/2020/07/02/ketahui-4-komplikasi-diabetes-dan-cara-mencegahnya?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-diabetes_20180415_151440.jpg)