Sering Mengagungkan Arab Saudi, Ternyata WNI Diperlakukan Keji oleh Rakyat Raja Salman

Kali ini, TKW asal Dukuh Ngembat, Desa Mojorejo , Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen , Jawa Tengah , Surani (45), mengalami perlakuan buruk oleh

Editor: Alfred Dama
Tribun
Diperkosa Majikannya, TKW Asal Indonesia Lakukan Hal Ini 

Sering Mengagungkan Arab  Saudi, Ternyata WNI Diperlakukan Keji oleh Rakyat Raja Salman

POS KUPANG.COM -- Negara Arab Saudi sering diagungkan oleh sebagian besar warga Indonesia. Sampai-sampai semua hal yang berbau arab saudi dianggap baik

Namun siapa sangka warga Indonesia yang bekerja di negara itu kerap diperlakukan tidak manusia, hingga tak dikasih makan dan gajinya pun dibayar hanya setengah dari kesepakatan awal

Kali ini, TKW asal Dukuh Ngembat, Desa Mojorejo , Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen , Jawa Tengah , Surani (45), mengalami perlakuan buruk oleh majikannya di Arab Saudi

Kejadian itu pertama kali terkuak dari media sosial (medsos).

Mengetahui hal tersebut, Pemkab Sragen segera bergerak.

Kasi Penempatan dan Informasi Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sragen, Ernawan, melaporkan kasus itu ke Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Jakarta.

"Dari awal kita memang mendapat informasi waktu itu hari Jumat (26/6/2020) dari medsos adanya penyekapan TKW dari Desa Mojorejo di Arab Saudi," kata Ernawan ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Setelah ditelusuri, ternyata kejadian tersebut benar adanya sehingga TKW tersebut didatangi petugas dan dibawa oleh KJRI Jeddah.

Sudah lama jadi TKW

Kepala Desa Mojorejo Suharno menceritakan bahwa Surani bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi sudah cukup lama.

Penghasilannya digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga hingga membangun rumah di Sragen.

Dia berangkat melalui jalur resmi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI).

Terakhir dia pulang ke Sragen yakni pada tahun 2002. Artinya, sudah 18 tahun Surani tak pulang ke rumahnya.

"Surani mengambil cuti selama dua sampai tiga bulan pada 2002 untuk kembali ke Indonesia," terang Suharno.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved