Hendri Satrio: Presiden Jokowi Tidak Akan Berani Mencopot Prabowo Subianto dari Jabatan Menhan RI

Yang bertahan itu Basuki Hadimulyono karena sebagai simbol penjaga monumen Jokowi di bidang infrastruktur. Lalu Erick Thohir gebrakannya di BUMN baik.

Editor: Frans Krowin
wartakota.com
Presiden Jokowi saat bersama Prabowo Subianto di Istana Negara 

Hendri Satrio: Presiden Jokowi Tidak Akan Berani Mencopot Prabowo Subianto dari Jabatan Menhan RI

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi baru-baru ini, tepatnya 18 Juni 2020, mengungkapkan kekesalannya terhadap para menteri.

Jokowi merasa jengkel karena ada menteri yang merasa biasa- biasa saja terhadap kasus yang saat ini sedang melanda Tanah Air.

Presiden Jokowi pun mengutarakan rasa kecewanya atas kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kerja yang signifikan pada saat-saat sekarang.

Saking kecewanya, Jokowi sampai mengungkapkan niatnya mereshuffle kabinet dan membubarkan lembaga tertentu yang ada di bawah pemerintahannya.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," kata Jokowi lewat video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Menteri Koperasi dan UKM RI Puji KSP Kopdit Obor Mas Maumere, Ini Alasannya

MPM Honda Serahkan Bantuan Tahap Kedua Rp 235 Juta Untuk RS Rujukan di NTT

Peringatan Hari Bhayangkara ke-74, Kapolda NTT Ajak Media Jual Daerah

Pasca terungkapnya kekecewaan Presiden Jokowi itu, beradar hasil survei nama-nama menteri yang memiliki kinerja rendah sehingga berpotensi kena reshuffle.

Bagaimana dengan Menteri Pertahanan, Menhan RI, Prabowo Subianto, apakah masuk dalam daftar menteri yang bakal kena ganti?

Jokowi diprediksi tidak akan berani me-reshuffle Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Alasannya, karena sosok Ketua Umum Partai Gerindra itu akan memiliki dampak yang besar jika sampai di-reshuffle Jokowi.

"Pak Prabowo Subianto juga bertahan saya rasa. Karena kalau sampai Pak Prabowo di-reshuffle, impact kepada Jokowi akan besar nanti," kata Analis Politik, Hendri Satrio ketika dikonfirmasi, Senin (29/6/2020).

Selain Prabowo, Hendri Satrio mengatakan menteri lainnya yang tidak akan diganti Jokowi adalah Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Begitu pula dengan Menteri BUMN Erick Thohir. Menurut Hendri, Jokowi menyukai gebrakan yang dilakukan Erick Thohir di BUMN.

"Kalau menurut saya yang bertahan itu Basuki Hadimulyono karena sebagai simbol penjaga monumen Jokowi di bidang infrastruktur. Terus Erick Thohir juga saya rasa bertahan, gebrakannya di BUMN juga baik, menurut saya disukai Jokowi," kata Hendri Satrio.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengajak para menteri ikut merasakan pengorbanan yang sama terkait krisis kesehatan dan ekonomi yang menimpa Indonesia saat di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi menilai, hingga saat ini diperlukan kerja-kerja cepat dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Terlebih, Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyampaikan, bahwa 1-2 hari lalu growth pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6, bisa sampai ke 7,6 persen. 6-7,6 persen minusnya. Lalu, Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen.

"Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal," ucap Presiden Jokowi.

Masih dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengungkapkan rasa kecewanya terkait minimnya belanja kementerian di masa krisis pandemi Covid-19.

Menurut Presiden Jokowi, minimnya belanja kementerian akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Ia pun meminta agar belanja kementerian segera dipercepat semaksimal mungkin

"Saya perlu ingatkan belanja-belanja di kementerian. Saya melihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beradar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat akan naik," kata Jokowi lewat video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

"Jadi belanja kementerian tolong dipercepat," tambahnya.

Owner UKM Mama Ana Berbagi Rahasia mengenai Kunci Sukses Suatu Produk

Bedah Rumah, Ini Tanggapan Lurah Lasiana dan Lurah Fontein

Hari Bhayangkara ke-74, Kapolda Hamidin : Pariwisata NTT adalah Emas yang Tersembunyi

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020). (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Presiden Jokowi pun menyinggung Kementerian Kesehatan yang masih minim menggunakan alokasi belanjanya.

Padahal, di saat krisis ini, Jokowi ingin kecepatan kementerian dalam melakukan perputaran uang.

"Bidang kesehatan, tuh dianggarkan Rp 75 triliun. Rp 75 triliun, baru keluar 1,53 persen coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua," ujar Jokowi.

"Segara itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran. Sehingga mentrigger ekonomi," ucapnya.

Presiden Jokowi pun merasa heran, padahal anggaran Rp 75 triliun di sektor kesehatan bisa dialokasikan dengan cepat ke tenaga media hingga belanja alat kesehatan.

"Pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialias, untuk tenaga medis, segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp 75 triliun seperti itu," kata Jokowi

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Jokowi Singgung Reshuffle Menteri, Bagaimana Nasib Prabowo dan Erick Thohir?, https://bangka.tribunnews.com/2020/07/01/jokowi-singgung-res huffle-menteri-bagaimana-nasib-prabowo-dan-erick-thohir?page =all

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved