5 Menteri Berkinerja Paling Rendah, Terancam Direshuffle Presiden Joko Widodo? Selengkapnya Di Sini!
Menteri Kesehatan, dr Terawan Agus Putranto, Menteri Agama, Fachrul Razi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan
Nama Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto ada di urutan pertama dengan tingkat kepuasan 43,7 persen.
Di bawah Prabowo, ada Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Marsudi dengan angka 38 persen dan disusul Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mohammad Mahfud MD di angka 37,9 persen.
Dua nama menteri terakhir lain yang dinilai kerjanya memuaskan adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Gusti Ayu Bintang Darmavati.
Sementara itu, ada lima menteri yang kinerjanya paling rendah atau tidak terlalu memuaskan menurut responden.
Kelima menteri ini mendapat tingkat kepuasan di bawah 28 persen.
• Via Valen Merasa Ngeri, Pelaku Pembakaran Mobil Pura-Pura Gila, Lalu Mengaku Sebagai Vianisti
• AWAS Jangan Didownload, ini Daftar 47 Game Android Berbahaya dari Play Store
• MPM Honda Serahkan Bantuan Tahap Kedua Rp 235 Juta Untuk RS Rujukan di NTT
Berikut lima menteri dengan kinerja paling tidak memuaskan versi lembaga survei ASI, sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari situs resminya:

1. Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Edhy Prabowo menempati posisi paling rendah dalam survei tingkat kepuasan kinerja para menteri.
Politisi Gerindra itu hanya mendapat tingkat kepuasan sebanyak 23,3 persen, sedangkan yang tidak puas ada 58 persen.
Padahal, kolega Edhy Prabowo di Partai Gerindra, yaitu Prabowo Subianto menempati urutan pertama sebagai menteri dengan kinerja paling memuaskan.
"Kalau kita bicara paling bawah, ini menarik karena sama-sama Gerindra."
"Yang paling bagus Gerindra ada Pak Prabowo dan paling tidak bagus Gerindra, adalah Pak Edhy Prabowo," kata Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an.
Terkait hasil survei ASI itu, Edhy Prabowo meminta maaf kepada masyarakat jika kinerjanya dinilai belum memuaskan.
"Ya terima kasih atas masukannya. Ini buat memacu kami kerja lebih giat lagi," kata Edhy, Jumat (19/6/2020).