Listrik Padam Empat Kali Rapat Pansus LKPj Bupati Nagekeo Ditunda
Listrik milik PLN ranting Mbay padam sebanyak empat kali saat rapat Pansus LKPj Bupati Nagekeo di aula Kantor DPRD Nagekeo
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MBAY - Listrik milik PLN ranting Mbay padam sebanyak empat kali saat rapat Pansus LKPj Bupati Nagekeo di aula Kantor DPRD Nagekeo, Senin (29/6/2020) malam.
Rapat DPRD Nagekeo melalui Pansus (Panitia Khusus) dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Nagekeo tahun anggaran 2019 bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Pimpinan Perangkat Daerah harus ditunda karena listrik padam sebanyak empat kali.
• Puskesmas Mauponggo Bangun SPAL Percontohan
Ketua Pansus LKPJ Bupati, Antonius Moti, menyampaikan, rapat Pansus yang telah dijadwalkan oleh lembaga DPRD ini seharusnya sudah bisa berjalan dengan baik, namun sayangnya malam itu tidak bisa kita lanjutkan gara-gara listrik padam.
Kata Anton awalnya dirinya memberikan skors karena listrik padam. Setelah listrik nyala kembali maka sidang paripurna dilanjutkan kembali.
• BPJamsostek Ende Serahkan Bantuan APD Lengkap ke RSUD Ende
Namun, setelah 15 menit kemudian listrik kembali padam dan malam itu sebanyak empat kali listrik padam.
Dirinya memutuskan untuk menunda rapat tersebut karena kondisi saat itu sangat tidak memungkinkan.
"Pemadaman yang pertama telah saya memberikan skors waktu, namun dalam perjalanan ketika rapat Pansus LKPJ dimulai kembali hanya berlangsung 15 menit akhirnya terjadi pemadaman listrik kembali, hingga empat kali pemadaman listrik, maka saya mengambil sikap untuk tunda, karena kita tidak bisa memaksakan keadaan yang seperti ini,"ungkap Anton Selasa (30/6/2020).
Politisi Golkar ini menyayangkan kinerja kerja dari pihak PLN Nagekeo yang melakukan pemadaman listrik tanpa melakukan informasi terlebih dahulu.
Seharusnya ada pemberitahuan sebelumnya sehingga bisa diantisipasi oleh semua pelanggan listrik PLN.
"Kita memahami ini bukan domainnya kita, namun paling tidak para petugas lapangan yang bekerja di PLN Nagekeo dapat menyampaikan bahwa hari ini akan ada pemadaman listrik baik itu bersifat sementara maupun yang telah dijadwalkan oleh pihak PLN secara bergilir," ungkapnya.
Tak hanya Anton. Kondisi ini juga disesalkan banyak Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nagekeo, Lukas Mere.
Sekda Lukas menyampaikan, pihaknya meminta manajemen PLN Sub rayon Nagekeo dapat bekerja profesional dalam menjaga stabilitas kelistrikan di wilayah Kabupaten Nagekeo.
Sekda Lukas menyayangkan PLN karena tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat Kota Mbay.
"Memang PLN secara struktur organisasi bukan merupakan organisasi perangkat daerah, jadi kita tentu menyerahkan secara penuh persoalan listrik kepada mereka,"ujarnya.
Ia menilai meskipun saat ini Nagekeo memasuki new normal tetapi pasien Covid-19 yang berjumlah tiga orang yang saat ini sedang menjalani perawatan di RSD Aeramo masih tetap berjalan, selain itu juga instansi pemerintah daerah dan lembaga DPRD Nagekeo saat ini sedang menjalani tugas kepemerintahan yang telah tertunda akibat pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/listrik-padam-empat-kali-rapat-pansus-lkpj-bupati-nagekeo-ditunda.jpg)