Breaking News:

Fraksi PDIP Menyoroti Prosedur Semau Pindah ke Kota Kupang

Seminar yang dilakukan kalau tidak salah oleh pihak Pemerintah Provinsi NTT, dalam rencana Semau berpindah ke Kota Kupang

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Anggota Fraksi PDIP, DPRD Kab Kupang, Desi Ballo, Selasa (30/06/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kami telah selesai lakukan pertemuan dengan Bupati Kupang soal pertemuan pembahasan rencana seminar yang dilakukan kalau tidak salah oleh pihak Pemerintah Provinsi NTT, dalam rencana Semau berpindah ke Kota Kupang.

"Dalam pertemuan itu Fraksi PDIP lebih utama menyoroti soal prosedur yang dilakukan. Dan waktu dalam sidang undangan yang ada, kalau tidak salah Undana akan lakukan seminar sebagai kajian akhir dalam rangka Semau berpindah ke Kota Kupang."

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Kab. Kupang, FPDIP Desi Ballo kepada Wartawan, Selasa (30/06/2020).

Pemkot Kupang Seleksi Direksi PD Pasar Kota Kupang Periode 2020-2024

Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Fraksi PDIP Desi Ballo Mengatakan, dalam sidang tadi Fraksi PDIP sampaikan pikiran bahwa secara kelembagaan DPRD Kab Kupang belum pernah melakukan paripurna untuk memutuskan apakah semau berpindah ke Kota Kupang atau semau tetap menjadi wilayah dari kabupaten kupang.

Menurut Desi, yang paling pertama kita pahami dan sadari bahwa untuk pemindaham sebuah daerah, berpindah ke satu tempat menjadi mekar atau berdiri sendiri, itu tentu ada regulasi. Dan salah sutunya itu ada persetujuan di DPR, DPRD secara kelembagaan.

RAT Kopdit Obor Mas Maumere, Bupati Sikka Tiba Langsung Cuci Tangan dan Diperiksa Suhu Tubuh

"Dan kami dalam persidangan tadi kami menyoroti bahwa di DPRD Kab Kupang, belum ada kami membahas soal rencana bagaimana pemindahan pulau semau menjadi bagian dari wilayah kota kupang" tegas Desi

Jadi, ia menegaskan, dalam pertemuan FPDIP menyoroti soal prosedur dari langkah yang akan diambil. Dan menurut FPDIP ini soal dua prosedur yang salah.

Karena itu, FPDIP akan mendorong pemerintah daerah untuk kita mengkaji semakin mendalam. Katanya

Ia melanjutkan, dan ini perlu pengkajian dengan cara yang lebih mendalam. Dan bagi kami, ini masih terlalu pagi kita mengambil sikap untuk melepaskan semau menjadi wilayah dari kota kupang.

Ia memberi alasan bahwa, karena ini proses terjadi di pemerintah propinsi sendiri dan kami di DPRD sendiri tidak dilibatkan, terutama dalam hal ini fraksi PDIP. Sehingga dalam pertemuan, saya menyatakan pendapat bahwa, FPDIP tidak mengetahui tentang rencana ini. Oleh sebab itu, kami secara tegas, kita membahas prosedurnya.
"Prosedur sudah salah, sudah keliru serta kita belum masuk pada urgensi. Urgensi bagaimana, apakah semau perlu bergabung ke kota kupang atau semau tetap menjadi bagian dari wilayah kabupaten kupang" ujarnya

Ia menambahkan, dari sisi prosedurnya saja kita perlu benahi. Apalagi kita berbicara ke urgensi, karena secara kelembagaan DPRD belum melakukan paripurna untuk pengambilan sebuah keputusan soal pemindahan semau menjadi bagian dari wilayah Kota kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved