Breaking News:

Program Bedah Rumah Pemkot Kupang Menyasar 47 Kelurahan di 6 Kecamatan

Program Bedah Rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menyasar 47 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM/F MARIANA NUKA
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang Cornelis Isak Benny Sain ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/6/2020) 

Program Bedah Rumah Pemkot Kupang Menyasar 47 Kelurahan di 6 Kecamatan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Program Bedah Rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menyasar 47 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan di Kota Kupang. Keenam kecamatan itu antara lain Kecamatan Alak, Kelapa Lima, Kota Raja, Kota Lama, Maulafa, dan Oebobo.

Informasi ini diterima wartawan dari Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang Cornelis Isak Benny Sain di ruang kerjanya, Senin (22/6/2020) sore.

Benny menjelaskan, program bedah rumah ini menggunakan dana APBD II Pemkot Kupang yang telah disetujui oleh DPRD Kota Kupang pada tahun anggaran 2020 senilai Rp2,5 Miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk menjalankan program bedah rumah yang terdiri dari dua jenis kegiatan, yakni peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru. Jumlah penerima program bedah rumah ini sebanyak 50 penerima unit rumah.

"Tahun ini kami sudah selesai perencanaan dan lelang, dan jumat kemarin sudah ada penetapan pemenangnya. Sekarang ini masa sanggah, harus menunggu lima hari kerja. Kalau tidak ada sanggahan, maka hari Jumat (26/6/2020) kami sudah kontrak dengan pemenang. Tanggal 27 harus segera untuk tiga rumah yang tengah disoroti ini," urai Benny.

Program bedah rumah ini sendiri dimulai dari pemberitahuan kepada lurah tentang program ini. Selanjutnya, mereka menerima balasan dari para lurah terkait daftar calon penerima di wilayah masing-masing kelurahan.

Informasi tersebut berkaitan dengan kondisi rumah tidak layak huni, aspek ekonomi, dan aspek sosial dari calon penerima program bedah rumah.

Selanjutnya, informasi tersebut disortir oleh tim PRKP untuk disesuaikan dengan anggaran yang ada. Kemudian, tim akan turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi setiap rumah calon penerima program. Setelah survei selesai dilakukan, maka akan dilakukan proses lelang, penetapan pemenang, dan kontrak.

Alokasi anggaran bedah per rumah, kata Benny, maksimal Rp50 juta, tergantung kondisi lapangan dan luas kepemilikan lahan. Tipe rumah standar yang diberikan ialah tipe 36. Bangunannya berjenis dinding tembok tanpa plester, tanpa plafon, dan berlantai kasar semen minyak.

"Namun kembali lagi kepemilikan lahan. Bisa saja tidak bisa dibangun 6 kali 6; mungkin 6 kali 5 atau 4 kali 8. Kontraknya itu nanti yang terbangun, itu yang dibayar," terang Benny.

Ia menjelaskan, pembangunan satu unit rumah harus diselesaikan dalam delapan hari kerja, dimana perbanyak tim kerja dalam suatu kelurahan agar pengerjaan bisa lebih cepat. Para calon penerima rumah akan tinggal sementara di tempat yang telah disediakan oleh Pemkot Kupang, jika para calon penerima tersebut setuju.

Anggota DPRD di NTT Dilepas BNN, Kuasa Hukum : Terima Kasih

Realisasikan Program CSR, PLN Gandeng BUMdes Kembangkan Pantai Oesina

"Jadi, tidak ada paksaan, selama pemilik rumah atau penerima bantuan bersedia ditempatkan di tempat sementara; di rumah jabatan atau penginapan," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka1)

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved