Jumat, 10 April 2026

Punya TCM, RSUD Ende Sudah Bisa Periksa Sendiri Swab Covid-19, Sehari Jam Kerja 24 Sampel

Biosafety level dua ini untuk melindungi tenaga medis dengan sistem perlindungan tingkat tinggi saat mengambil uji swab

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Direktris RSUD Ende dr. Aries Dwi Lestari saat menjelaskan kepada Bupati Ende Djafar Achmad terkait TCM di RSUD Ende, Sabtu (20/6/2020). 

Punya TCM, RSUD Ende Sudah Bisa Periksa Sendiri Swab Covid-19, Sehari Jam Kerja 24 Sampel

POS-KUPANG.COM | ENDE -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini bisa melakukan pemeriksaan sampel swab secara mandiri.

Pasalnya alat Tes Cepat Molekuler (TCM) bantuan dari Pemerintah NTT untuk mendiagnosis apakah seseorang positif atau negatif Covid-19 sudah tiba di RSUD Ende.

Dengan adanya TCM maka ke depan RSUD Ende tidak lagi mengirim sampel swab untuk diperiksa ke RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang yang cukup sering terkendala transportasi laut maupun udara.

TCM tersebut sudah diujicoba memeriksa sampel swab petugas RSUD Kabupaten Ende dan hasilnya negatif Covid-19. Sabtu (20/6/2020).

Bupati Kabupaten Ende Djafar Achmad, didampingi oleh Direktris RSUD Ende Dokter Aries Dwi Lestari melihat langsung persiapan dan hasil pemeriksaan.

Diwawancarai POS-KUPANG.COM, Bupati Djafar mengucap terima kasih kepada pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah menyediakan TCM untuk RSUD Ende.

"Ini tentu mempermudah kita. Dengan adanya alat ini kita harus lebih pro aktif untuk lakukan tracing, terutama di tempat umum, di pasar, lalu tempat ibadah Gereja, Masjid. Untuk yang Klaster kita sudah selesai. Sekarang kita gencar tracing untuk memastikan Ende bebas dari Covid-19 atau belum," kata Bupati Djafar.

Direktris RSUD Ende, dr. Aries Dwi Lestari kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, dengan TCM tersebut diagnosis dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Ende bisa lebih cepat dan mudah.

"Ini suatu kemajuan di RSUD Ende dan memudahkan kita untuk penanganan Covid-19, kalau kita kirim ke Kupang atau sebelumnya ke Jawa tentu memakan banyak waktu, biaya, belum lagi soal kendala transportasi," ungkapnya.

Dia jelaskan, uji coba pemeriksaan sampel swab di laboratorium mulai dari persiapan hingga hasil memakan waktu kurang lebih satu jam.

Menurutnya saat pemeriksaan mulai dari persiapan, tenaga medis mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) level tiga.

Namun ke depan, kata dokter Aries laboratorium akan dilengkapi dengan Biosafety level dua sehingga tenaga medis tidak perlu menggunakan APD level tiga.

Lanjut dokter Aries, Biosafety level dua ini untuk melindungi tenaga medis dengan sistem perlindungan tingkat tinggi saat mengambil uji swab. "Jadi perlindungan kepada tenaga medis sangat penting karena kerja mereka sangat berisiko," ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam sehari jam kerja pukul 08.00 hingga 14.00 Wita, bisa memeriksa kurang lebih 24 sampel swab.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved