Breaking News:

News

Gelombang di Pantai Utara Sikka Mengamuk Hancurkan Turap Jalan, Tommy: Wewenang Provinsi NTT

Badai yang menghantam pesisir Pantura Sikka membuat arus kendaraan yang melintas dari Maumere ke Ende dan sebaliknya terganggu.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Benny Dasman
istimewa
JALAN-Jalan Maumere-Ende di Kecamatan Magepanda, Sikka yang dihantam gelombang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Aris Ninu

POS KUPANG, COM, MAUMERE - Gelombang laut di pesisir pantai utara (Pantura) Sikka, tepatnya di Desa Magepanda terus memporak-porakan ruas jalan strategis nasional di wilayah tersebut sejak bulan Mei hingga saat ini.

Badai yang menghantam pesisir Pantura Sikka membuat arus kendaraan yang melintas dari Maumere ke Ende dan sebaliknya terganggu. Pasalnya, gelombang laut sekira 4 meter masuk sampai ke badan jalan.

Kendaraan roda dua dan empat yang mau melintas terpaksa berhenti. Bahkan kendaraan roda dua didorong agar terhindar dari air laut.

Kejadian seperti ini setiap tahun melanda di Pantura Sikka. Akibatnya jalan lintas utara menjadi rusak.

Untuk mengatasi ini beberapa waktu lalu sudah dibangun turap untuk menahan gelombang, namun turap itu pun hancur dihantam dasyatnya gelombang di Pantura.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sikka, Tommy Lameng yang dikonfirmasi, Sabtu (20/6) petang mengaku kerusakan jalan di Pantura Sikka, tepatnya di Kecamatan Magepanda merupakan kewenangan Pemprov NTT.

"Kami sudah lapor kerusakan jalan di Pantura Sikka di Kajuwulu, Magepanda. Kami sudah kirim data lengkap dengan foto soal kerusakan ruas jalan karena bencana gelombang. Dinas PUPR NTT pun sudah sampaikan ke kami akan ke Magepanda guna melakukan survey.
Kerusakan jalan di Magepanda itu wewenangnya provinsi," kata Kadis Lameng.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah mengecek kerusakkan di lokasi dan meneruskan laporannya ke Dinas PUPR NTT agar segara ada penanganan lebih lanjut.

Menyikapi badai di Pantura Sikka, anggota DPRD Sikka, Diki Raja meminta perhatian pemerintah provinsi untuk menangani masalah tersebut. Apalagi ruas jalan tersebut menghubungkan dua kabupaten yaitu Sikka dan Ende.

Diki meminta pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar jalan tidak putus lalu mengganggu arus kendaraan dan barang dari Sikka ke Ende dan sebaliknya. *

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved