Senin, 25 Mei 2026

Tidak Ada Kasus Babi Mati Akibat ASF di Ngada

Hingga saat ini di Kabupaten Ngada tidak ada kasus matinya ternak babi akibat terserang African Swine Fever ( ASF)

Tayang:
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, drh. A. M. Felisitas Killa 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Hingga saat ini di Kabupaten Ngada tidak ada kasus matinya ternak babi akibat terserang African Swine Fever ( ASF).

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, drh. A. M. Felisitas Killa, mengatakan meskipun tidak ada kasus pihaknya terus melakukan pengawasan ketat dijalur masuk dan keluar Kabupaten Ngada terhadap semua jenis ternak.

"Untuk Ngada sampai dengan saat ini aman dari ASF. Ngada tetap waspada terjadap ASF," ujarnya kepada POS-KUPANG.COM Sabtu (20/6/2020).

Bawa Listrik hingga Pelosok Desa, Rendroyoko Pamit, Jatmiko Pimpin PLN NTT

Ia menyatakan Bupati Ngada telah mengeluarkan instruksi nomor 1 tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Penyakit African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Ngada, antara lain menolak/melarang masuknya ternak babi dan olahan dari luar kabupaten Ngada.

Ia menegaskan pihaknya saat ini memperketat disetiap pintu masuk Ngada terkait dengan adanya hewan atau ternak yang masuk ke wilayah Kabupaten Ngada.

Wagub NTT Minta Pemerintah Pusat Buka Kembali Rute Transportasi ke NTT

"Pengawasan terhadap lalu lintas Babi lebih diperketat dan menjadi perhatian serius Dinas karena dengan berlakukanya New Normal banyak masyarakat yang berkesimpulan kenormalan itu untuk semua aspek terhadap lalu lintas Babi," ujarnya.

Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ngada menghimbau masyarakat Kabupaten Ngada untuk tetap waspada terhadap bahaya penyebaran Virus Corona, Demam Babi Afrika dan Demam Berdarah yang saat ini sedang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, melalui Kepala Bagian Administrasi Kemasyarakatan Setda Ngada, Marthinus P. Langa, SE, mengatakan, pokok-pokok himbauan terkait beberapa hal di atas antara lain yaitu:

Saat ini, di seluruh dunia tengah dihadapi oleh sebuah masalah kesehatan yakni merebaknya Virus Corona.

Bahkan, virus ini telah masuk ke negara kita di Indonesia dengan ditemukannya beberapa warga Indonesia yang positif terinfeksi virus Corona.

"Untuk itu, terhadap hal ini, masyarakat Ngada dihimbau agar tetap tenang dan tidak panik terhadap situasi ini. Bupati mengajak semua masayarakat Ngada untuk bersama-sama mencegah bahaya Virus ini dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," ujar Marthinus.

Kata Marthinus untuk segala upaya penanganan Virus Corona ini tentu akan dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten tentunya.

Marthinus juga menjelaskan saat ini juga di wilayah NTT tengah dihadapi oleh sebuah virus yang menyerang ternak babi milik masyarakat yang dikenal dengan demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

Lebih lanjut Marthinus mengatakan terhadap hal ini, Pemerintah NTT telah menetapkan status siaga satu virus demam babi Afrika. Sejauh ini ada beberapa Kabupaten di wilayah NTT yang terserang virus ASF.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved