Tentara China Gunakan Senjata Mirip Biasa Digunakan Gengster, Pantas Banyak Prajurit India Tewas

Meskpun bentrokan tentara China dan India tidak menggunakan senjata namun tidak sedikit prajurit India yang tewas

Editor: Alfred Dama
24h
Senjata yang digunakan China dalam betrokan dengan India. 

Tentara China Gunakan Senjata Mirip Biasa Digunakan Kelompok Gengster, Pantas Banyak Prajurit India Tewas

POS KUPANG.COM -- Meskpun bentrokan tentara China dan India tidak menggunakan senjata namun tidak sedikit prajurit India yang tewas

Tentara China sepertinya sudah menyiapkan sejenis senjata seperti potongan besi yang sudah dioasang besik-besik pendek tajam dalam jumlah banyak di setiap sisi

Bila senjatu itu dipukulkan pada tubuh lawan bisa melukai lawab bahkan bila terkena kepala bisa menyebabkan korban meninggal

Saat ini China dan India terlibat betrokan di perbatasan Ladakh, tepatnya di lembah Galwan.

Dalam bentrokan itu meskipun senjata api dilarang, masing-masing pihak yang terlibat betrokan pada (15/6), menghasilkan korban.

Putra Ahok Sindir Sang Ayah, Perhatian Direbut Istri Baru Sampai Jarang Berjumpa, Begini Keluhan

Menurut hasil otopsi, tentara India yang tewas menunjukkan mereka mengalami pemukulan menggunakan sebuah benda.

Setidaknya ada 20 tentara yang tewas pada saat itu, meski kini jumlahnya terus bertambah.

Menurut tentara India yang selamat dari bentrokan itu, mereka diserang menggunakan batu.

Selain itu, tentara China menggunakan tongkat dari batang besi dengan paku.

Melihat mayat rekan satu timnya hancur, tentara India di unit yang ditempatkan sangat marah.

Para perwira komandan mencoba mendinginkan situasi, di unit mereka, lapora India Today.

Media India melaporkan, bahwa militer China juga menderita kerugian dalam bentrokan itu.

Lebih dari 40 parajurit Tiongkok dilaporkan tewas, termasuk seorang perwira militer China, namun info tersebut belum dikonfirmasi China.

Sementara itu, India dan China memutuskan untuk melakukan negosiasi pada Kamis (18/6).

Setelah pembicaraan sebelumnya berakhir dengan kegagalan.

Hal utam dalam pembahasan itu adalah, menemukan solusi untuk mengurangi ketegangan saat ini.

Kemudian, mencegah betrokan serupa terjadi lagi antara China dan India.

Setelah betrokan terjadi antara India dan China, kini angkatan laut dan udara dari kedua negara ditempatkan dalam siaga tinggi.

Menurut informasi terbaru, bentrokan ini masih berlanjut 70 tentara India terluka, dan 4 lainnya dalam kondisi kritis.

Mayat 20 tentara India yang tewas, dibawa kembali pada 17 Juni, dibanjiri para pelayat yang turun ke jalanan.

"Saya kehilangan putra saya, saya tidak tahan dengan rasa sakit ini, satu-satunya hal yang saya ketahui anak saya dikorbankan oleh negara," kata seorang ibu dari prajurit India.

India mengatakan, bahwa militer China telah merencanakan untuk mempersiapkan betrokan itu.

Di sisi lain, prajurit India bertempur dengan tangan kosong.

Sementara pasukan musuh menggunakan senjata, mereka juga menggunakan batu untuk melempari pasukan India, lapor India Today.

Dalam pertempuran itu, pasukan India banyak yang jatuh ke sungai dan mati.

China benpendapat bahwa pasukan India memprovokasinya lebih dahulu sehingga mereka tidak bertanggung jawab atas kematian tersebut.

China malah meminta India menyelidiki insiden itu dan menghukum prajuritnya yang memprovokasi atas bentrokan tersebut. *

Sebagian Artikel ini telah tayang di Intisari.Grid.ID dengan judul: Meski Tanpa Senjata Api Tentara China Bisa Tewaskan 20 Tentara India, Tak Disanga Ternyata Pasukan China Gunakan Senjata Ini https://intisari.grid.id/read/032204133/meski-tanpa-senjata-api-tentara-china-bisa-tewaskan-20-tentara-india-tak-disanga-ternyata-pasukan-china-gunakan-senjata-ini?page=all

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved