News

Pulang ke Lembata, Pemkab Rapid Test Gratis Terhadap Mahasiswa yang Datang dari Zona Merah, Salut!

Pemkab Lembata telah meminta para kepala desa dan camat mendata seluruh mahasiswa asal daerah itu yang sedang kuliah di wilayah zona merah

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Rapid Test di RS Siloam Kupang 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Richo Wawo

POS KUPANG, COM, LEMBATA - Pemkab Lembata telah meminta para kepala desa dan camat mendata seluruh mahasiswa asal daerah itu yang sedang kuliah di wilayah yang dikategorikan zona merah.

Terkait dengan bantuan untuk mahasiswa asal Lembata di wilayah zona merah, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjelaskan, saat ini masih pada tahap pendataan dan pengkajian syarat-syarat penentuan jumlah yang akan mendapatkan bantuan tersebut.

"Mungkin tidak semua mahasiswa akan mendapatkan bantuan tersebut, kita lihat syarat-syaratnya. Bagaimana kondisi keluarganya di sini dan lain-lain, juga kondisi keuangan daerah," ujar Bupati Sunur saat memberikan keterangan pers di Kalikasa, Kecamatan Atadei, Rabu (17/6).

Bupati Sunur menjelaskan bahwa selain mendata dan mempelajari penentuan syarat, juga akan dilihat kembali kemampuan keuangan daerah yang ada.

Dia menerangkan bahwa pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp 55 milliar lebih untuk refocusing yang tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara dana untuk pencegahan Covid-19 sendiri telah dianggarkan Pemda Lembata sebesar Rp 20-an miliar rupiah.
Khusus untuk mahasiswa yang kuliah di kampus dalam wilayah NTT yang hendak pulang ke Lembata, katanya, akan mendapat pelayanan rapid test gratis kalau pulang kembali ke Lembata. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved