Berita Anies Baswedan

Anies Baswedan Apresiasi Presiden Jokowi Sebut Erick Thohir Budi Karya Sumadi, Respon Ignatius Jonan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi dan berterimaskasih kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
instagram/anies baswedan
Anies Baswedan memberikan keterangan usai Pantai PSBB Transisi Jakarta 

Anies Baswedan Apresiasi Presiden Jokowi, Sebut Erick Thohir, Budi Karya Sumadi hingga Respon Ignatius Jonan

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi dan berterimaskasih kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). 

Ucapan terimakasih itu setelah Anies Baswedan meresmikan empat kawasan stasiun terpadu bersama dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

Hal itu diungkapkan Anies Baswedan di akun instagramnya @aniesbaswedan, sebagai berikut:

Kita bersyukur hari ini bisa sama-sama hadir di dalam sebuah momen penting dalam kemajuan transportasi di Ibu Kota.

Tidak terbayangkan 3-4 bulan yang lalu, bila kita lewat depan stasiun Tanah Abang,

yang teringat adalah kawasan yang kumuh, jauh dari aman, macet, dan kurang sedap dipandang.

Alhamdulillah sekarang sudah berubah menjadi fasilitas publik yang nyaman.⁣

Hari ini bersama Menteri BUMN Pak Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Pak Budi Karya Sumadi meresmikan empat kawasan stasiun terpadu tahap I

Yaitu stasiun Sudirman, stasiun Tanah Abang, stasiun Juanda, dan stasiun Senen.⁣

Melalui penataan 4 stasiun ini kita semakin dekat mewujudkan fasilitas kendaraan umum massal yang terintegrasi.

Bila kita bicara integrasi, bukan hanya integrasi penumpangnya, tapi integrasi itu dimulai dari gotong royong di antara pengelolanya.

Dan hari ini semangat gotong royong dan semangat kolaborasi betul-betul terbangun dan dicerminkan dari terwujudnya 4 stasiun terintegrasi di Jakarta.⁣

Apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dan bekerja sama selama 5 bulan terakhir untuk mewujudkan empat kawasan stasiun terpadu tahap I.

Terima kasih kepada Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan yang telah mempercepat proses pembangunan melalui joint venture PT MRT dan PT KAI menjadi PT MITJ (Moda Integrasi Tranportasi Jabodetabek).⁣

Secara khusus terima kasih dan apresiasi kepada bapak Presiden Jokowi atas dukungan, atas arahannya.

Pada rapat di awal 2018, waktu itu bapak Presiden sudah menggarisbawahi bahwa di Jakarta, kita harus integrasikan transportasi dan pengelolaan integrasi itu bersamaan dengan pengelolaan tata ruang,

sehingga rencana pengembangan transportasi sejalan dengan rencana pembangunan tata ruang.

Arahan dari bapak Presiden telah dilaksanakan hari ini dan menyusul integrasi lima stasiun lagi insyaAllah akan terwujud.⁣

Penataan kawasan stasiun terpadu tahap berikutnya akan dilakukan pada lima stasiun yaitu Manggarai, Tebet, Gondangdia, Palmerah, dan Jakarta Kota.⁣

InsyaAllah tidak berhenti di empat stasiun atau sembilan stasiun, nantinya seluruh stasiun di Jakarta bisa terintegrasi dengan baik.⁣

Teman-teman biasanya naik turun dari stasiun mana?

Postingan ini pun kemudian direspon netizen, termasuk mantan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

"Makasih Pemprov DKI," tulis Ignatius Jonan.

@ahmad_jasiri: Saya harap pak anies truskan pengandian di dki jakarta agar sistem yang telah dibangun dapat diselesaikan secara total.. terus bangun jakarta rubah jakarta dan jangan tergiur dengan RI 1.. sabar dlu

@widi_hses: Kalo ada beginian... Menteri2 yg kemarin nyerang Pak Anies pada ngerumpul kayak semut, seolah takut kalo namanya ga masuk dalam potong pita

@komedi.indonesian: Saya baca di media katanya bapak gubernur paling populer di media tapi banyak yang gak suka. Apa bener?

@nanangdanang85: Terimakasih pak anies dan jajarannya di pemprov DKI Jakarta

@ja.b.ry: Insya Allah presiden 2024 pak!!

@eameliasari: Pasar minggu pak!! Ribet , kusut alur lalinnya dan sangat kurang disiplin angkutan umum non pemda

@dedensuryana76: Tetap semangat pak gubernur

@dimsalfrozen: Naik dari stasiun Lenteng agung, turun Manggarai lanjut Klender pak, PP tiap hari pak

@bambang.suryadi.7731: Mantap bang mengerti tentang kemajuan mode transportasi,dg kenyamanan yg disediakan

@satriarahmadani: Terminal Kampung Rambutan & Kalideres dibawah Pemprov DKI atau Kemenhub ya? kumuh, jorok, gak tertib, rawan kriminalitas

@ridwanrd01: Mantap Pak Gubernur, teruslah berbenah di Jakarta...

@mayonez_yuzarsif: Walo jakarta emang udah bejubel penduduknya. Ya tapi tetap harus diapresiasi pemimpinnya. klo kita semua bersama menjaga sekitartnya tetep bersih . asooi tuh tempat. Jd yg bening juga kan berani naek kereta boy.

* Gubernur Anies Baswedan Pilih New Normal di DKI Jakarta, Beda dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

 Pemerintah terus melakukan berbagai cara untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Termasuk yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah ( Jateng ) Ganjar Pranowo.

Untuk mengendalikan pengebaran virus corona (Covid-19), berbagai cara dilakukan pemerinta.

Salah satunya adalah pembatasan sosial berskala besar, atau PSBB.

Namun, seiring dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi untuk pengendalian penyebaran virus corona, saat ini sejumlah pemerintah daerah (Pemda)  telah menerapkan kebijakan new normal.

Seperti yang diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan tatanan new normal atau keadaan baru agar warganya tetap waspada penyebaran virus corona di tengah aktivitas sehari-hari.

Berbeda dengan Anies, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku tengah menyiapkan new norma atau pedoman baru sebelum menerapkan new normal atau normal baru di Jawa Tengah.

Pedoman baru tersebut, menurut Ganjar, akan menjadi pegangan untuk masyarakat saat menjalani masa new normal.

"Karena ada permintaan banyak sekali dari masyarakat terkait dengan new normal , maka saat ini kita new normanya dulu. Bukan new normal tapi new norma," kata Ganjar di Kantor Gubernur, Senin (8/6/2020).

Ganjar menjelaskan, pedoman itu akan diterapkan di wilayah hijau yang akan menerapkan new normal.

Pedoman baru itu wajib digunakan.

"Seperti Banyumas, Kota Tegal, sudah kontak saya minta diterapkan, mereka bilang uji coba dulu agar latihan. Bentuknya nanti mungkin instruksi gubernur (Ingub), atau bisa juga nanti instruksi gugus tugas," jelas Ganjar.

Selain itu, new norma nantinya akan diterapkan pada berbagai sektor seperti industri, perdagangan, pariwisata, keagamaan, pondok pesantren, dan tenaga kesehatan.

Alasan Jawa Tengah belum siap new normal Ganjar mengakui, belum semua daerah di Jateng akan diperbolehkan menerapkan new normal dalam waktu dekat.

Salah satu pertimbangannya adalah jumlah dan kondisi kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Namun demikian, dirinya terus mengamati dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.

"Sekarang mulai terasa beberapa sudah bergerak, tinggal sedikit yang perlu kita dorong agar fluktuasinya tidak terlalu tinggi dan grafiknya bisa sama. Meskipun ini tidak mudah, karena harus selektif," kata Ganjar.

"Misalnya Kota Semarang pasti belum, karena grafiknya masih meningkat. Kita siapkan untuk daerah yang sudah hijau," sambungnya.

Hasi Survei

Kemarin, lembaga survei Indikator Politik Indonesia mengeluarkan hasil terbaru elektabilitas tokoh nasional jika mencalonkan presiden.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) secara mengejutkan naik ke papan atas sebagai calon presiden (Capres) 2024 dengan tingkat elektabilitas tertinggi nomor dua di bawah Prabowo Subianto.

Survei yang dipublikasikan Indikator Politik Indonesia pada Minggu (7/6/2020) itu secara mengejutkan menempatkan Ganjar sebagai kandidat capres yang patut diperhitungkan pada Pilpres 2024 mendatang.

Elektabilitas Ganjar Pranowo meningkat dari 9,1 persen pada Februari 2020 menjadi 11,8 persen pada Mei 2020.

Dia mengalahkan sejumlah tokoh yang disebut-sebut berpeluang jadi capres seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, bahkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dua tokoh yang mengalami peningkatan elektabilitas yakni Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo.

Meskipun, elektabilitas keduanya belum mampu mengalahkan Prabowo.

"Dukungan pada Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil kini cenderung meningkat dibandingkan temuan Februari lalu," demikian tulis keterangan dalam hasil temuan survei tersebut, seperti dilansir Kompas.com dari laman resmi Indikator, Senin (8/6/2020).

Presentase tersebut menempatkan Ganjar di urutan kedua teratas setelah Prabowo, sekaligus mengalahkan Anies.

Sementara, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) meningkat dari 3,8 persen menjadi 7,7 persen.

Sehingga, membuatnya menempati urutan keempat teratas.

Berikut hasil survei selengkapnya :

1. Prabowo Subianto (Mei 14,1 persen; Februari 22,2 persen)

2. Ganjar Pranowo (Mei 11,8 persen; Februari 9,1 persen)

3. Anies Baswedan (Mei 10,4 persen; Februari 12,1 persen)

4. Ridwan Kamil (Mei 7,7 persen; Februari 3,8 persen)

5. Sandiaga Uno (Mei 6 persen; Februari 9,5 persen)

6. Agus Harimurti Yudhyono (Mei 4,8 persen; Februari 6,5 persen)

7. Khofifah Indar Parawansa (Mei 4,3 persen; Februari 5,7 persen)

8. Mahfud MD (Mei 3,3 persen; Februari 3,8 persen)

9. Gatot Nurmantyo (Mei 1,7 persen; Februari 2,2 persen)

10. Erick Thohir (Mei 1,6 persen; Februari 1,9 persen)

11. Puan Maharani (Mei 0,8 persen; Februari 1,4 persen)

12. Tito Karnavian (Mei 0,6 persen; Februari 0,8 persen)

13. Budi Gunawan (Mei 0,4 persen; Februari 0,4 persen)

14. Muhaimin Iskandar (Mei 0 persen; Februari 0,3 persen)

Untuk diketahui, survei dilaksanakan dengan metode kontak telepon dengan margin of error kurang lebih

sebesar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun responden yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab mengalami peningkatan dari 20,3 persen pada Februari 2020 menjadi 32,3 persen pada Mei 2020.

Dari sekitar 1.200 responden yang disurvei pada 16-18 Mei 2020, elektabilitas Prabowo hanya 14,1 persen, bila dibandingkan Februari 2020 yang mencapai 22,2 persen. (*)

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Anies pilih New Normal, Ganjar lebih suka New Norma"  https://regional.kontan.co.id/news/anies-pilih-new-normal-ganjar-lebih-suka-new-norma

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved