Breaking News

Berita Anies Baswedan

Anies Baswedan Apresiasi Presiden Jokowi Sebut Erick Thohir Budi Karya Sumadi, Respon Ignatius Jonan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi dan berterimaskasih kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
instagram/anies baswedan
Anies Baswedan memberikan keterangan usai Pantai PSBB Transisi Jakarta 

 Pemerintah terus melakukan berbagai cara untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Termasuk yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah ( Jateng ) Ganjar Pranowo.

Untuk mengendalikan pengebaran virus corona (Covid-19), berbagai cara dilakukan pemerinta.

Salah satunya adalah pembatasan sosial berskala besar, atau PSBB.

Namun, seiring dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi untuk pengendalian penyebaran virus corona, saat ini sejumlah pemerintah daerah (Pemda)  telah menerapkan kebijakan new normal.

Seperti yang diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerapkan tatanan new normal atau keadaan baru agar warganya tetap waspada penyebaran virus corona di tengah aktivitas sehari-hari.

Berbeda dengan Anies, Gubernur Ganjar Pranowo mengaku tengah menyiapkan new norma atau pedoman baru sebelum menerapkan new normal atau normal baru di Jawa Tengah.

Pedoman baru tersebut, menurut Ganjar, akan menjadi pegangan untuk masyarakat saat menjalani masa new normal.

"Karena ada permintaan banyak sekali dari masyarakat terkait dengan new normal , maka saat ini kita new normanya dulu. Bukan new normal tapi new norma," kata Ganjar di Kantor Gubernur, Senin (8/6/2020).

Ganjar menjelaskan, pedoman itu akan diterapkan di wilayah hijau yang akan menerapkan new normal.

Pedoman baru itu wajib digunakan.

"Seperti Banyumas, Kota Tegal, sudah kontak saya minta diterapkan, mereka bilang uji coba dulu agar latihan. Bentuknya nanti mungkin instruksi gubernur (Ingub), atau bisa juga nanti instruksi gugus tugas," jelas Ganjar.

Selain itu, new norma nantinya akan diterapkan pada berbagai sektor seperti industri, perdagangan, pariwisata, keagamaan, pondok pesantren, dan tenaga kesehatan.

Alasan Jawa Tengah belum siap new normal Ganjar mengakui, belum semua daerah di Jateng akan diperbolehkan menerapkan new normal dalam waktu dekat.

Salah satu pertimbangannya adalah jumlah dan kondisi kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Namun demikian, dirinya terus mengamati dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved