Bantuan Mahasiswa Dari Pemkab Lembata Tergantung Kemampuan Keuangan Daerah
Pemkab Lembata telah meminta para kepala desa dan camat mendata mahasiswa asal Lembata yang sedang kuliah di wilayah yang dikategorikan zona merah
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pemkab Lembata telah meminta para kepala desa dan camat mendata mahasiswa asal Lembata yang sedang kuliah di wilayah yang dikategorikan zona merah.
Terkait dengan bantuan untuk mahasiwa asal Lembata di wilayah zona merah, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjelaskan, saat ini masih pada tahap pendataan dan pengkajian syarat-syarat penentuan jumlah yang akan mendapatkan bantuan tersebut.
• Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, imbau Masyarakat Jangan Bakar Lahan Sembarangan
"Mungkin tidak semua mahasiswa akan mendapatkan bantuan tersebut, kita lihat syarat-syaratnya. Bagaimana kondisi keluarganya di sini dan lain-lain, juga kondisi keuangan daerah," ujarnya saat memberikan keterangan pers di Kalikasa, Kecamatan Atadei, Rabu (17/6/2020).
Oleh karena itu, Bupati Sunur menjelaskan bahwa selain mendata dan mempelajari mempelajari penentuan syarat, juga akan dilihat kembali kemampuan keuangan daerah yang ada.
• KPU Sumba Barat Siapkan Anggaran Sekitar Rp 2,5 Adakan APD
Dia menerangkan bahwa pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar 55 milliar lebih untuk refocusing yang menyebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sementara dana untuk pencegahan Covid-19 sendiri telah dianggarkan Pemda Lembata sebesar 20-an milliar rupiah.
Menurutnya khusus untuk mahasiswa yang kuliah di kampus dalam wilayah NTT yang hendak pulang ke Lembata, akan mendapat pelayanan Rapid Test gratis kalau pulang kembali ke Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bantuan-mahasiswa-dari-pemkab-lembata-tergantung-kemampuan-keuangan-daerah.jpg)