Virus Corona

BENARKAH Obat Dexamethasone Efektif Selamatkan Pasien dari Covid-19? Ini Faktanya

Ilmuwan Inggris bahkan menyebut Dexamethasone sebagai terobosan besar dalam perang melawan virus corona.

Editor: Agustinus Sape
SHUTTERSTOCK/MAXIM ERMOLENKO
Dexamethasone (deksametason) merupakan obat pertama yang terbukti efektif mengurangi risiko kematian pada pasien Covid-19 dengan kondisi parah. 

Tak hanya itu, seseorang yang mengonsumsi deksametason juga akan mengalami beberapa efek samping.

"Banyak efek sampingnya, mulai dari udem atau bengkak, osteoporosis, hipertensi, sampai gangguan mental, jadi penggunaannya harus hati-hati," imbuh dia.

Mengurangi respons pertahanan alami tubuh

Sama seperti yang diungkapkan Wawaimuli, sebuah artikel dari WebMD mengungkapkan, deksametason merupakan hormon kortikosteroid (glukokortikoid).

Obat ini juga dapat mengurangi respons pertahanan alami tubuh seseorang dan mengurangi gejala pembengkakan dan alergi.

Umumnya penggunaan deksametason digunakan untuk mengobati kondisi seperti radang sendi, gangguan darah, hormon, sistem kekebalan tubuh, reaksi alergi, kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu, dan kanker tertentu.

Sementara itu, deksametason juga digunakan sebagai tes untuk gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing).

Petunjuk penggunaan deksametason

Deksametason dapat dikonsumsi dengan cara oral. Jika Anda menggunakan bentuk obat cair, gunakan alat pengukur obat untuk mengukur dosis yang ditentukan dengan hati-hati. Jangan gunakan sendok makan.

Apabila seseorang mengonsumsi obat ini sehari sekali, maka minumlah sebelum pukul 09.00 pagi.

Besarnya dosis dan lamanya perawatan didasarkan pada kondisi medis pasien dan respons terhadap terapi.

Sementara itu, dokter mungkin berusaha mengurangi dosis secara perlahan dari waktu ke waktu untuk meminimalkan efek samping.

Penggunaan deksametason yang teratur dapat memaksimalkan fungsi obat ini.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Sebab, pada beberapa kondisi, penghentian konsumsi obat dapat menjadi lebih buruk saat konsumsinya dihentikan. Oleh karena itu, dosisnya mungkin perlu dikurangi secara bertahap.

Ilustrasi vaksin corona
Ilustrasi vaksin corona (Shutterstock)
Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved