Anita Gah, Anggota Komisi X DPR RI Bawa Kabar Baik Untuk Anak-Anak dari Dokter & Perawat di NTT
Dokter dan perawat yang memiliki anak yang masih sekolah, dapat kabar baik dari Anita Gah, Anggota KOmisi X DPR RI
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Anita Gah, Anggota Komisi X DPR RI Bawa Kabar Gembira Untuk Anak-Anak dari Dokter Dan Perawat
POSKUPANG.COM - Dokter dan perawat di NTT yang memiliki anak yang masih sekolah, dapat kabar baik dari Anita Gah, Anggota KOmisi X DPR RI
Anita Gah datang ke Kota Kupang, Provinsi NTT, Selasa (16/6/2020) untuk memberikan sejumlah bantuan APD dari Kemenristek Dikti.
Bantuan APD yang dibawa oleh Anita Gah itu akan diberikan kepada RSUD SK Lerik Kta Kupang, RS Naibonat Kabupaten Kupang dan juga sejumlah rumah sakit di NTT.
Setiap rumah sakit akan menerima 1 paket APD berupa cover all 80 pcs, masker 8 kotak, gloves 3 kotak dan 80 pasang sepatu boot.
Selain memberikan bantuan APD bagi dokter dan perawat di beberapa rumah sakit, Anita Gah juga menyampaikan kabar gembira untuk para dokter dan perawat.

Kepada direktur RSUD SK Lerik Kupang, Marsiana Hale, Anita Gah mengatakan, DPR RI dan Pemerintah memberikan apresiadi kepada para dokter dan perawat yang telah berjuang di garis depan saat menangani Covid-19 maka ada 'hadiah' yang diberikan.
Hadiah itu berupa penambahan kuota baru dalam pendaftaran peserta didik baru atau PPDB bagi anak-anak dari para dokter dan perawat.
"Kami minta ada tambahan kuota untuk anak-anak dari tenaga kesehatan, dokter dan perawat di seluruh Indonesia termasuk NTT yang ikut sedang ikut PPDB. Sebab Dokter dan perawat telah berdiri di garda terdepan bagipenanganan Covid-19," kata Anita Gah saat membawa bantuan APD untuk RSUD SK Lerik, Selasa (16/6/2020).
Anita Gah menyampaikan terimakasih yang sebesarnya kepada para dokter dan perawat.
"Tenaga kesehatan, dokter dan perawat bergitu luar biasa. Kami rakyat Indonesia menyampaikan terimakasih untuk para doter dan perawat yang berdiri di garda depan untuk menangani Covid-19," kata Anita Gah.
Selain itu, tambah Anita Gah, pihaknya juga terus mendukung pemberian dana insentif bagi dokter dan perawat.
"Kami berdoa dan berharap para dokter dan perawat tetap kuat, tetap sehat selama menangani masyarakat di masa pandemi Covid-19," kata Anita Gah.
Anita Gah berjanji akan berupaya menangani apapun persoalan dan hambatan yang dialami setiap rumah sakit di wilayah NTT terkait penanganan Covid-19.
"Apapun yang jadi persoalan di rumah sakit, mari kita selesaikan bersama. Selain APD, apa lagi coba beritaukan kepada kami sehingga kami juga bisa sampaikan dan masukan hal itu ke Pemerintah. Sebab ujungnya ini semua untuk masyarakat," kata Anita Gah.
Anita Gah, Anggota KOmisi X DPR RI (kanan), memberikan bantuan APD dari Menristek Dikti kepada Direktur RSUD SK Lerik Kupang, Marsiana Hale, Selasa (16/6/2020) (poskupang.com/novemy leo)
Anita Gah juga ikut prihatin atas gugurnya atau meninggalkan sejumlah dokter dan perawat saat menangani Covid-19.
"Saya prihatin. Bagi kami, keselamatan dan kesehatan pasien, juga dokter dan perawat menjadi point penting bagi kami. Sebagai wakil dari NTT saya tidak ingin hal itu terjadi di NTT .
Selasa (16/6/2020), Anita Gah, Anggota Komisi X DPR RI Bawa 80 Pasang Sepatu Boot ke sejumlah rumah sakit di NTT, Apa Sih Tujuannya?
Rumah sakit pertama yang dikunjungi hari ini oleh Anita Gah adalah RSUD SK Lerik Kupang.
Anita Gah, anggota Partai Demokrat bersama timnya, Ricky Suciadi, Roy Lay dan Alisay solideo Polin, diterima oleh Direktur RSUD SK Lerik Kupang, Marsiana Hale bersama Kabid catatan dan rujukan, dr. Tiur dan Kabid Perawatan, dr. Ivi Luan Laka.
Anita Gah mengatakan, sebagai anggota komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, pihaknya bermitra kerja dengan kementerian pendidikan tinggi atau kemenristek dikti.
"Sejak pandemi covid-19 melanda bangsa, hampir semua keuangan Negara terganggu. Kami sebagai wakil rakyat yang ikut menentukan anggaran merasa prihatin karena itu kami mendorong penuh setiap mitra kerja termasuk kemenristek dikti untuk memberi perhatian penanggulangan wabah Covid-19," jelas Anita Gah.
Menurut Anita Gah, banyak anggaran pemerintah yang dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19 dan pihaknya meberikan dukungan penuh.
"Selain memberikan dukungan anggaran penanganan Covid-19, sebagai wakil rakyat, kami juga langsung turun ke lapangan memberikan bantuan seperti ini. Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah atau Kemenristek Dikti dan DPR RI untuk penanganan Covid-19," kata Anita Gah.
Bantuan APD yang dibawa oleh Anita Gah itu akan diberikan kepada RSUD SK Lerik Kta Kupang, RS Naibonat Kabupaten Kupang dan juga sejumlah rumah sakit di NTT.
Setiap rumah sakit akan menerima 1 paket APD berupa cover all 80 pcs, masker 8 kotak, gloves 3 kotak dan 80 pasang sepatu boot.
"Saya berharap kalau masih ada masukan, permintaan dari RSUD SK Lerik untuk mendapat perhatian dari Pemerintah dan DPR RI, mungkin saatnya bicaralah dengan saya," kata Anita Gah.

Anita Gah berharap covid-19 cepat berlaku dan keadaan bisa kembali seperti sedia kala.
"Saya tahu yang kami bantu ini belum banyak tapi kita semua berdoa semoga Covid-19 cepat berlalu jangan terlalu lama," kata Anita Gah.
* Dirut RSUD SK Lerik Curhat
DIRUT RSUD SK Lerik, Marsiana Hale, Curhat atau mengungkapkan kendala yang dihadapi mereka dalam tangani pasien Covid-19 kepada Anggota DPR RI, Anitah Gah.
Kepada Anita Gah, Marisana Hale curhat atau mengungkapkan kondisi yang dialami selama penanganan pasien saat pandemi Corona atau pandemi Covid-19.
Marsiana Hale mengaku senang sekali mendapat kunjungan dari Anita Gah selaku anggota Komisi X DPR RI.
Sejak wabah corona di NTT, dan penetapan RSUD SK Lerik sebagai salah satu RS rujukan bulan Maret 2020, pihaknya sudah tangani 300 pengunjung, dan pasien PDP sebanyak 22 orang.
"5 pasien terkonfirmasi Covid-19 di RSUD SK Lerik sudah melakukan tes swab. 3 pasien terkonfirmasi covid sudah lakukan tes swab dan hasil swab pertama sudah negatif, tinggal menunggu hasil swab kedua," jelas Marsiana Hale.
Marsiana Hale memastikan penanganan pasien berjalan baik meski ada kendala seperti minimnya APD. Namun untuk bisa menyiasati kekurangan itu, pihaknya melakukan skala prioritas dalam penggunaan APD itu.
"Dalam operasional terkadang kita terkendala di APD karena kebutuhan sangat banyak namun ketersediaan kurang sehingga shg kita buat skala prioritas berdasarkan risiko yakni level risiko tinggi, risiko sedang dan risiko rendah kita sesuaikan," jelas Marsiana Hale.
Terhadap hal ini, Anita Gah berharap kedepannya jika ada persoalan dan kebutuhan rumah sakit maka hal itu bisa dikoordinasikan dengannya sehingga hal itu bisa dibahas dan diatasi bersama. (pos-kupang.com, novemy leo/Rey Rebon)